Sebelumnya, akhir Maret lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan telah memesan tiga juta butir pil klorokuin, yang menurutnya adalah obat 'second line' atau baris nomor dua dalam penyembuhan pasien virus corona.
"Pengalaman beberapa negara, klorokuin digunakan dan banyak pasien COVID sembuh dan membaik kondisinya," kata Presiden dalam kunjungannya ke Wisma Atlet Kemayoran (23/03).
Obat ini juga sempat dipuji oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lainnya sebagai obat yang efektif untuk COVID-19.
Presiden Trump bahkan mengaku telah menggunakan obat itu untuk mencegah infeksi, meskipun belakangan ia menyatakan telah berhenti meminumnya.
Menurut Dr Erlina sebagai anggota perhimpunan dokter paru, klorokuin dan azithromycin, antibiotik yang digunakan bersamaan dengan obat tersebut, selama ini telah rutin digunakan dalam merawat pasien virus corona.
Ia namun tidak dapat memastikan apakah kedua obat ini telah meningkatkan angka kematian pasien, karena belum adanya pemeriksaan atas kemungkinan tersebut.
Berita Terkait
-
30 Negara Termasuk Indonesia Beraliansi, Cegah Nasionalisme Vaksin Corona
-
Donald Trump Umumkan 'Perceraian' Amerika Serikat dengan WHO
-
Deretan Kontroversi Hidroksiklorokuin Sebagai Obat untuk Infeksi Covid-19
-
Universitas Jerman Hentikan Uji Coba Hidroksiklorokuin Bagi Pasien Covid-19
-
Bangga, APD Buatan Anak Bangsa Lolos Standar WHO, Apa Rahasianya?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional