Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2020). Dalam pertemuan tersebut Mahfud mengajak Firli membahas soal penegakan hukum.
Pertemuan itu berlangsung setelah KPK berhasil menangkap buronan kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016 yang juga eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Heribiyono.
"Kami bicara soal tugas dalam bidang hukum, saya mendiskusikan beberapa hal yang masih diperlukan untuk kita lakukan dalam proses penegakan hukum," kata Mahfud dalam rekaman suara yang disampaikan kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud menyebut pemerintah akan siap membantu para penegak hukum untuk mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi. Meski demikian ia menegaskan kalau pemerintah tidak ikut campur dalam proses pro justitianya.
"Prinsipnya kita dorong penegakan hukum, apa yang bisa dibantu oleh pemerintah terhadap KPK dalam kerangka penegakan hukum tanpa harus ikut campur dalam proses pro justitianya," ujarnya.
Selain mengundang Firli, Mahfud juga mengundang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dan Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa.
Dengan Andika, Mahfud mengaku sudah berdiskusi soal situasi pertahanan negara. Hal tersebut dilakukannya karena ia memiliki agenda untuk berkunjung ke daerah yang berbatasan dengan negara lain.
"Daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain dan tentu bicara banyak hal lagi," pungkasnya.
Baca Juga: Gembiranya Mahfud MD Dengar Buronan KPK Nurhadi Tertangkap
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati