Suara.com - Sebanyak enam penumpang motor Vespa modifikasi menjadi korban tabrak lari di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Minggu (7/6/2020) dini hari.
"Satu dari enam penumpang Vespa tewas di tempat, lima lainnya luka serius," kata Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Timur AKP Agus Suparyanto sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Minggu.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu melibatkan kendaraan sedan Hyundai B 1008 KYE dengan konvoi Vespa yang dimodifikasi tanpa nomor polisi.
Kronologi kejadian berawal saat kendaraan pengendara mobil sedan yang belum diketahui identitasnya datang dari arah timur ke arah barat melalui Jalan Basuki Rahmat.
Saat sampai di seberang Bumi Pospera Car Wash, mobil hilang kendali dan menabrak dua motor Vespa yang dimodifikasi berpenumpang total enam orang sehingga kedua motor Vespa terjatuh.
"Kedua pengendara dan penumpangnya terpental di badan jalan hingga luka berat dan satu meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)," katanya.
Menurut Agus, saksi di lokasi kejadian menyebutkan pengemudi kendaraan sedan langsung kabur usai tabrakan terjadi.
Masing-masing korban di antaranya Ilham Ramdhani (20) mengalami luka pada bagian tangan kiri patah dan kaki lecet.
"Korban meninggal atas nama Rafly Maulana (18) mengalami luka bagian kepala," katanya.
Baca Juga: Kecelakaan di Kaliurang, Pelaku Tabrak Lari Sempat Akan Injak Kepala Korban
Fauzi (13) mengalami luka di bagian kaki dan tangan lecet, Salsa Bilatiur (13) luka lecet di kaki, Abdul Aziz (14) luka di bagian dahi, dan Muhammad Rizky (18) luka bagian kaki.
Korban diketahui seluruhnya adalah warga Jakarta Timur yang sedang melakukan konvoi kendaraan di sekitar Pasar Malam BKT.
"Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," katanya.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Adu Banteng Minibus vs Truk di Sleman, Satu Orang Tewas
-
Kecelakaan di Rawamangun, Pengendara Motor dan Penumpangnya Tewas di Tempat
-
Kendaraan Berdimensi Kecil Sumbang Angka Kecelakaan Tertinggi
-
Efek Trauma Psikologis Dapat Diredakan, Begini Caranya
-
Angka Kecelakaan di Bantul Menurun Selama Pandemi, tapi Fatalitas Meningkat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!