Suara.com - Rizki Aulia Rahmi batal memenuhi undangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (11/6/2020). Sedianya Rizki Aulia bakal dimintai keterangan sebagai saksi.
Rizki merupakan putri tersangka eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang telah dijerat KPK sebagai mafia peradilan dari tahun 2011-2016 di MA.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut Rizki tak hadir dengan alasan sakit. Pihak lembaga antirasuah juga telah menerima surat konfirmasi Rizki tak hadir.
"Melalui surat disebutkan alasan ketidak hadiranya adalah anak yang bersangkutan saat ini sedang sakit," kata Ali dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020) malam.
Meski demikian, Ali menyebut pihaknya akan menjadwalkan ulang pembanggilan Rizki Aulia pada 18 Juli 2020.
Sedianya, Rizki dipanggil KPK untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur PT. Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Hiendra merupakan pemberi suap Nurhadi yang hingga kini masih dinyatakan buron.
Selain Nurhadi dan Hiendra, kasus ini turut menjerat menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono.
Untuk diketahui, pelarian Rezky dan Nurhadi selama menjadi buron terhenti setelah ditangkap oleh tim antirasuah di rumah bilangan Simprug, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2020) malam.
Nurhadi, Rezky serta Hiendra telah ditetapkan buron oleh KPK sejak 13 Februari 2020, dalam perkara suap dan gratifikasi sejumlah perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.
Baca Juga: BW Skakmat KPK Era Firli Bahuri Cs: Miskin Prestasi Malah Minta Naik Gaji
Mereka diduga telah menerima suap dan gratifikasi mencapai total Rp 46 Miliar.
Berita Terkait
-
Penyuap Nurhadi Masih Buron, KPK Periksa Seorang Ibu Rumah Tangga
-
KPK Periksa Anak Nurhadi, Rizki Aulia Rahmi
-
Temui Ketua MA, Mahfud MD Sampaikan Permintaan Khusus Soal Sengketa Pilkada
-
Konfrontir Keterangan Nurhadi dan Menantunya, Ini yang Digali KPK
-
KPK Telisik Dugaan Aset Milik Istri Nurhadi di Bawah Kekuasaan PNS Kardi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?