Suara.com - Dua wanita ditangkap pihak berwajib Mesir setelah memposting video melalui aplikasi TikTok. Keduanya dituduh telah menyebarkan 'imoralitas' di masyarakat.
Menyadur The Guardian pada Jumat (12/6/2020), seorang mahasiswi Universitas Haneen Hossam dituduh mempromosikan prostitusi dan ditangkap pada bulan April setelah dia memposting sebuah video yang menceritakan bahwa anak perempuan dapat menghasilkan uang dari aplikasi TikTok. Video itu tersebar ke pengikutnya yang berjumlah lebih dari 1,3 juta.
Kemudian seorang wanita bernama Mowada al-Adham, yang terkenal karena memposting video satir di TikTok dan Instagram, juga ditangkap pada bulan Mei.
Jaksa penuntut umum mengatakan kedua wanita itu dituduh "menyerang nilai-nilai keluarga masyarakat Mesir" melalui postingan mereka.
Sebuah pengadilan menuntut Hossam untuk dibebaskan dengan jaminan minggu ini, tetapi dia ditangkap kembali setelah ditemukan bukti baru.
Kasus ditangkapnya kedua wanita tersebut mengundang komentar seksis dan kebencian dari warganet Mesir.
"Ini bagus sekali untuk melindungi moral dan masyarakat Mesir ... Itu perlu dilakukan dengan tangan besi." tulis seorang warganet tentang penangkapan tersebut.
Pada bulan Mei juga terdapat kasus serupa dan bahkan lebih menghebohkan. Seorang gadis berusia 17 tahun memposting video TikTok dengan terisak-isak, wajahnya babak belur dan terdapat luka memar. Ia mengatakan bahwa telah diperkosa oleh sekelompok pemuda.
Melihat postingan tersebut pihak berwenang langsung bertindak cepat dengan menangkapnya bersama enam tersangka lainnya. Mereka semua dituduh "mempromosikan kebejatan".
Baca Juga: Terjebak di Indonesia, Taqy Malik Sampai Tak Bisa Ujian di Mesir
"Dia melakukan kejahatan, dia mengakui. Dia layak dihukum." kata jaksa penuntut umum dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Guardian.
Organisasi non-pemerintah, Egyptian Initiative for Personal Rights (Inisiatif untuk Hak-Hak Pribadi Mesir) meminta gadis tersebut segera dibebaskan dan menuntut agar diperlakukan sebagai korban pemerkosaan dan penyintas.
Tidak lama kemudian jaksa mengumumkan bahwa gadis tersebut telah dipindahkan dari tahanan ke pusat rehabilitasi perempuan korban pelecehan dan kekerasan.
Pengacara hak asasi manusia Tarek al-Awadi mengatakan kasus penangkapan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat yang sangat konservatif dan religius bergulat dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi modern.
"Ada revolusi teknologi yang terjadi dan legislator perlu memperhitungkan lingkungan yang terus berubah," kata Awadi.
Sejak Presiden Abdel Fatah al-Sisi berkuasa pada tahun 2014, ratusan jurnalis, aktivis, pengacara dan intelektual telah ditangkap dan banyak situs web diblokir atas nama keamanan negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai