Suara.com - Sejumlah warga di Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh melakukan aksi penyegelan kantor desa karena pengelolaan dana desa diduga bermasalah.
Akibatnya, operasional kantor desa di daerah ini terganggu setelah bagian pintu kantor dipasang kayu oleh masyarakat.
"Dugaan sementara, aksi penyegelan ini diduga terkait pengelolaan dana desa yang bermasalah oleh masyarakat," kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno SIK diwakili Kasubsektor Kuala Pesisir Aiptu Amrizal, sebagaiman dilansir Antara, Rabu (16/6/2020) malam.
Meski penyegelan kantor desa sudah dibuka oleh masyarakat, kata Aipda Amrizal, namun warga meminta persoalan tersebut agar diselesaikan pada Jumat (19/6) mendatang, dengan menghadirkan aparat desa, camat serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Menurutnya, persoalan tersebut saat ini sedang diupayakan penyelesaiannya oleh pihak kecamatan dan pemerintah daerah, agar persoalan ini secepatnya teratasi.
Aksi tersebut diduga terjadi karena sejumlah masyarakat menuntut adanya transparansi pengelolaan dana desa, serta sejumlah persoalan lainnya yang terjadi di desa setempat.
Pasca penyegelan kantor desa, kata Aiptu Amrizal, situasi di Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh berlangsung normal.
"Sejauh ini situasi di desa setempat masih aman dan terkendali," kata Aiptu Amrizal menuturkan.
Baca Juga: Tuntut Pembagian Jatah BLT, Ratusan Warga Ngamuk Obrak-abrik Kantor Desa
Tag
Berita Terkait
-
Video Diduga Pencuri Tertangkap, Jilbab Dicopot, Rambut Dicukur Pakai Pisau
-
Resmi Latih Tim Sepakbola PON Aceh, Fakhri Husaini Ungkap Alasannya
-
Teror Granat di Rumah Anggota DPRD Aceh Barat Tunggu Hasil Labfor Medan
-
Shock Berat, Vagina Gadis Aceh Dirogoh Jari Dokter
-
Dokter RSUD Dilaporkan ke Polisi, Raba-raba Alat Vital Pasien Perempuan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan