Suara.com - Kelompok bersenjata mengenakan topeng menyerbu perumahan Green Lake City, Tangerang, Minggu (21/6/2020). Akibatnya dua orang menjadi korban tembakan.
Keduanya adalah petugas keamanan komplek dan seorang driver ojek online yang kebetulan berada di lokasi. Belum diketahui secara pasti motif para pelaku melakukan aksi nekatnya itu.
Berikut Suara.com merangkum sejumlah fakta di balik serbuan komplotan bersenjata di komplek perumahan Tangerang.
1. Heboh Komplotan Pria Bertopeng dan Senpi Serbu Green Lake City Tangerang
Komplotan pria bertopeng dilengkapi dengan senjata tajam dan senjata api melakukan aksi penembakan di perumahan Green Lake City, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/6/2020). Aksi penembakan tersebut viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kontributorjakarta. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak sekomplotan pria bertopeng membawa senjata tajam dan senjata api merangsek masuk ke sebuah rumah.
2. Kelompok Bersenjata Serbu Green Lake City Cipondoh, Tembak 2 Orang
Beredar di media sosial video kejadian yang diduga perampokan di kawasan cluster Australia kompleks Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Satu ojek online (ojol) dan satpam jadi korban.
Baca Juga: Lansia Boleh Main ke Pantai, Pengunjung Ancol Hari Pertama Capai 2668 Orang
Dalam video yang diunggah akun instagram @kontributorjakarta, terlihat 5 sampai 6 orang mendatangi rumah salah satu warga. Mereka terlihat berteriak menggedor-gedor pintu rumah sambil membawa senjata.
3. Usai Tembak Satpam Green Lake City, Gerombolan Bersenjata Bacok Pemotor
Sekelompok orang tidak dikenal melakukan aksi penyerangan memakai senjata tajam terhadap pengendara motor di Jalan Kresek Raya, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020).
Akibatnya, pemotor tersebut mengalami luka bacok hingga terkapar di pinggir jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya