Saya menutup diri saya dengan kain penutup, tetapi tetap merasa kedinginan. Saya khawatir saya akan kehilangan bayi saya.
Beberapa jam kemudian, seorang pejalan kaki memberi tahu kami ada jembatan di dekatnya. Jaraknya hampir lima kilometer dengan jalan kaki.
Beberapa malam berikutnya, kami menghabiskan uang terakhir kami untuk membeli makanan dan minuman, tidur di bawah jembatan dan di stasiun.
Saya tidak pernah membayangkan akan berakhir tunawisma atau tidur di jalanan Inggris. Saya tidak tahu hal-hal seperti itu bisa terjadi.
Saya telah melarikan diri dari Namibia karena saya takut akan keselamatan nyawa saya. Saya melarikan diri dari perkosaan dan penyiksaan yang saya alami sejak usia sembilan tahun.
Dan sekarang saya khawatir akan mati kedinginan, khawatir akan kehilangan bayi saya dan semuanya akan sia-sia.
"Saya dilarikan ke rumah sakit"
Setelah lima malam tidur di jalan, bidan--yang telah disediakan untuk saya dalam dua minggu pertama saya di Inggris--menghubungkan kami dengan badan amal tuna wisma, Crisis.
Mereka menyediakan tempat sementara bagi kami sampai awal Januari dan membantu kami meminta suaka lagi ke Departemen Dalam Negeri Inggris.
Baca Juga: Kendaraan Pribadi Jadi Taksi Online? Waspadai Asuransi Mobil Bisa Gugur
Kemudian, suatu hari, saya tidak bisa merasakan bayi saya, sehingga saya dilarikan ke rumah sakit.
Pemeriksaan itu menyimpulkan saya dan bayi saya baik-baik saja, tetapi staf rumah sakit tidak akan melepaskan saya sampai mereka tahu saya memiliki tempat yang aman untuk pergi.
Mereka membantu kami menghubungi Departemen Dalam Negeri dan bertanya tentang pengajuan suaka kami, dan, pada hari ketiga saya tinggal di rumah sakit, permintaan suaka kami dikabulkan dan kami ditempatkan di sebuah rumah di Thornton Heath.
Penolakan sebelumnya terjadi karena kesalahan dalam aplikasi.
Itu sangat melegakan.
"Saya merasa gagal menjadi ibu bagi putri saya"
Berita Terkait
-
Tak Tutupi Kehamilan Menantu, Eva Manurung Ungkap Jenis Kelamin Calon Anak Virgoun
-
4 Rekomendasi Body Lotion Indomaret yang Aman untuk Bumil
-
Shenina Cinnamon Opname saat Hamil karena Hyperemesis Gravidarum, Apa Itu?
-
Park Shin Hye Hamil Anak Kedua, Siap Sambut Kelahiran pada Musim Gugur
-
Eva Manurung Benarkan Istri Virgoun Hamil Duluan, Usia Kandungan Sudah 7 Bulan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah