Dari Kalideres, Abdul bersama keluarganya pindah ke pinggir Jalan Kebon Sirih, di depan kantor UNHCR. Mereka sempat ditempatkan di pos pengungsian Kalideres dan Bogor.
Saat ini mereka menyewa dua kamar di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berbekal uang jatah bulanan dari UNHCR yang disebutnya sebesar Rp1,6 juta.
"Setiap orang punya tanah air, kita tidak bisa memilihnya. Tapi saat terjadi perang, kamu pasti tetap ingin bertahan hidup. Itulah kenapa saya berada di Indonesia," ujarnya.
"Rumah adalah tempat di mana saya dan keluarga bisa merasa aman. Tapi sekarang saya tak bisa memilih di mana rumah bagi keluarga saya itu."
"Saya berharap bisa jadi pengungsi beruntung yang dapat kesempatan itu. Mendapat rumah berupa negara baru, di mana keluarga saya bisa bekerja, mendapat fasilitas kesehatan, dan peluang mengejar cita-cita, sama seperti orang-orang pada umumnya," tutur Abdul.
Abdul masih menanti UNHCR memberinya tempat tinggal permanen di negara yang mengikatkan diri dengan konvensi internasional tentang pengungsi tahun 1951. Namun tak ada kepastian kapan dia bisa mendapat peluang itu.
Karena tidak meratifikasi konvensi itu, Indonesia tidak memberikan hak apapun kepada pengungsi, dari hak untuk bekerja, mempunyai rumah, hingga mengikuti pendidikan.
Setiap tahun UNHCR menempatkan pengungsi ke negara ketiga. Pada 2019, terdapat 760 pengungsi di Indonesia yang mereka tempatkan ke Kanada, Selandia Baru, Australia, dan AS.
Adapun pada selama lima bulan pertama 2020, ada 404 pengungsi di Indonesia yang sudah masuk program pemukiman kembali itu.
Baca Juga: Keren, Teknologi Ford Co-Pilot360 Kini Dilengkapi Fitur Hands-Free
'Saya putus harapan'
Bagaimanapun, tidak semua pengungsi di Indonesia mampu menjaga asa masa depan. Zakir Husein, pengungsi asal Pakistan berdarah Afghanistan, mengaku sangat terpuruk hidup tanpa kejelasan di Indonesia.
"Saya jauh dari hak untuk bekerja, pendidikan, dan mendapatkan tempat tinggal. Apa yang harus saya lakukan? Dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk hidup secara normal? Ini lebih dari konflik," ujarnya.
"Saya juga tidak bisa kembali ke Pakistan. Jika saya hanya memikirkan diri sendiri, saya akan pulang dan tak risau apakah saya akan hidup atau terbunuh."
"Tapi saya punya keluarga. Jadi saya hanya bisa tinggal di pengungsian ini. Saya tidak memiliki harapan," kata Zakir.
Zakir, yang kini tinggal sementara di pos pengungsian Kalideres, datang ke Indonesia tahun 2017. Ia mengungsi bersama ayah, ibu, istri, serta keluarga abangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
-
Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM
-
Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil
-
Lebaran di Balik Kemudi, Kisah Rasimin Menunda Kepulangan Demi Mengantar Rindu Orang Lain
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
Terkini
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5
-
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta, 72 Persen Kapasitas Sudah Terjual
-
KPK Amankan Bukti Chat Soal Pemerasan untuk THR Lebaran Bupati Cilacap
-
Operasional Hari Pertama, Ruas Fungsional Tol Prambanan-Purwomartani Dilintasi Ribuan Kendaraan
-
Drama Tas Berisi Rp23 Juta Tertinggal di Rest Area KM 116 A Tol Bakter, Pemilik Sempat Panik
-
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial
-
Amnesty International Soroti Pernyataan Prabowo soal Pengamat, Ingatkan Bahaya Label Tidak Patriotik
-
Dukung Rencana Penghematan Prabowo, Legislator Golkar: Potong Gaji Pejabat Harus Terukur-Transparan
-
Hamas Kirim Pesan ke Mojtaba Khamenei, Serukan Kemenangan atas Musuh-musuh Islam
-
Penumpang Terminal Jombor Naik 10 Persen Jelang Lebaran, Tiket Bus Sumatera Ludes