Suara.com - Dengan alasan melindungi dari bahaya dunia luar, seorang ibu di Rusia memaksa anaknya untuk tidak meninggalkan rumah selama 26 tahun.
Menyadur The Sun, Jumat (26/6/2020), Tatyana mengurung anaknya, Nadezhda Bushueva di rumah dengan kondisi yang jauh dari kata layak, tanpa listrik dan aliran air.
Nadezhda tak diizinkan keluar rumah usai menamatkan pendidikan SMA pada umur 16 tahun. Perempuan ini tak diperbolehkan meneruskan pendidikan atau mencari kerja.
Sejak saat itu, Nadezhda pun menuruti permintaan sang ibu dan tinggal bersamanya di sebuah rumah yang terletak di desa Arefinsky, Rusia Barat.
Seiring dengan berjalannya waktu, perempuan yang kini berusia 42 tahun ini mengaku terbiasa dan tak mencoba keluar rumah atas kemauannya sendiri.
Kondisi kehidupan ibu dan anak ini semakin memburuk usai Tatyana pensiun. Mereka semakin tertutup dan menolak bantuan-bantuan dari layanan sosial.
Disebutkan, rumah tempat mereka tinggal penuh dengan kucing dan tikus. Ketika ada kucing mati, keduanya dikatakan sengaja membiarkan bangkainya di dalam rumah.
Pikiran Nadezhba berubah ketika sang ibu jatuh sakit. Ia memutuskan untuk keluar rumah dan meminta bantuan ke kantor layanan sosial.
Salah satu pihak kantor layanan sosial yang disambangi Nadezhba, Tovarnov, mengatakan perempuan tersebut datang dan menceritakan kondisi kehidupannya selama ini.
Baca Juga: Pengambilan Keputusan Anies Baswedan dalam Penanganan COVID-19 di Jakarta
"Nadezhda datang sendiri ke kantor saya. Kami ingin memberinya makan, kami menyiapkan sandwich, tetapi dia tidak makan apa pun. Tapi dia tidak gila," ujar Tovarnov.
Kepada Tovarnov, ia mengaku ingin mendapatkan pekerjaan dan paspor. Pun mengeluhkan kondisinya yang memprihatinkan.
"Hidupku lebih buruk dari pada kucing. Kucing memililiki lebih banyak hak. Aku bahkan tidak ada lagi. Aku orang hidup yang mati," kata Nadezhba.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik