Suara.com - Polisi di Nigeria melakukan penyelamatan terhadap lebih dari 100 orang yang dipaksa bekerja di sebuah pabrik beras saat lockdown virus corona. Selama tiga bulan, orang-orang tersebut bekerja dengan kondisi yang memprihatinkan.
Menyadur BBC, para pekerja mengaku telah dikurung selama tiga bulan sejak akhir Maret. Mereka diiming-imingi upah tambahan agar bersedia bekerja selama lockdown pandemi virus corona.
Pekerja dijanjikan akan mendapatkan tambahan gaji sebesar 13 dolar AS (Rp 184.472) di luar gaji pokok mereka. Adapun gaji pekerja ini setiap bulan sebesar 72 dolar AS (1.021.480). Mereka yang menolak, akan diancam dengan karung beras.
Juru bicara kepolisian setempat, Abdullahi Haruna mengatakan pabrik bernama Popular Farms ini sekarang telah ditutup, sementara para petinggi pabrik tengah ditahan untuk keperluan penyelidikan.
Lima manajer pabrik milik India ini ditangkap dengan dugaan menahan dan memaksa para pekerja untuk melakukan hal di luar keinginan mereka.
Beberapa pekerja mengaku telah dipaksa bekerja dalam waktu yang lama dengan sedikit jatah makanan.
"Kami diizinkan beristirahat dengan waktu yang singkat, tidak boleh beribadah, tidak ada kunjungan keluarga," ujar Hamza Ibrahim, salah satu pekerja.
Upaya penyelamatan oleh kepolisian dilakukan usai adanya laporan dari organisasi hak manusia yang mendapatkan informasi dari salah satu pekerja.
Juru bicara organisasi Global Human Rights Network Karibu Yahaya mengatakan kondisi pekerja sangat memprihatinkan dengan kurangnya jatah makanan hingga tak tersedianya obat-obatan untuk mereka yang jatuh sakit.
Baca Juga: Bendera Partai Dibakar Pendemo Antikomunis di DPR, PDIP Siap Proses Hukum
"Apa yang saya lihat sangat memilikan. Di mana perusahaan membuat orang-orang hidup seperti binatang," ujar Yahaya.
Belum diketahui jumlah pasti pekerja yang dipaksa bekerja di pabrik tersebut. Polisi menyebut telah menyelamatkan 126 orang, sementara para pekrja mengatakan ada sekitar 300 orang.
Sejak diberlakukannya penguncian guna menekan sebaran virus corona, pemerintah Nigeria pada akhir Maret, telah meminta pelaku bisnis untuk melakukan penutupan sementara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis