Suara.com - Seorang anak laki-laki berhasil menyelamatkan nyawa saudarinya setelah mendonorkan sumsum tulang belakang meskipun ia dinyatakan positif Covid-19. Beruntungnya, saudarinya tidak ikut terpapar virus corona.
Menyadur Asia One pada Selasa (30/6), Sila "Jio" Boonklomjit, seorang bocah lelaki berusia lima tahun asal Thailand, berhasil menyelamatkan nyawa saudara perempuannya dengan sel induk yang disumbangkannya untuk transplantasi sumsum tulang belakang, meskipun dinyatakan positif Covid-19.
Ia dinyatakan positif Covid-19 sehari sebelum prosedur operasi dilakukan. Menurut seorang dokter, ia tertular dari sang ibunda.
Meskipun berhadapan dengan tantangan besar, operasi transplantasi tersebut dilakukan dengan sukses dan tanpa adanya penularan virus dari Jio kepada saudaranya, Jean.
Prosedur eksperimental pertama dimulai pada bulan April, sumsum tulang berhasil ditransplantasikan pada tanggal 23 Juni di Rumah Sakit Ramathibodi.
"Kasus Jean diyakini sebagai transplantasi sel induk pertama yang berhasil dari orang yang memiliki Covid-19 aktif," jelas menurut sebuah laporan dikutip dari Asia One.
Saudari perempuan Jio dilaporkan mengidap talasemia saat dilahirkan, sebuah kelainan darah genetik yang membatasi kemampuan darah untuk membawa oksigen.
"Ada kesulitan menemukan donor yang cocok untuk Jean, satu-satunya harapan terbaik mereka adalah Jio." kata Suradej Hongeng dari departemen pediatri rumah sakit.
Jio dan Jean dipastikan sebagai pasangan genetik pada tahun 2018, dan rumah sakit bersiap untuk prosedur transplantasi. Tetapi ada beberapa komplikasi dan rintangan yang terlibat.
Baca Juga: Thailand Akan Izinkan Sebagian Turis Datang ke Negaranya
Menurut Suradej, usia muda adalah bagian dari kesulitan yang dihadapi selama prosedur operasi. Prosedur kemoterapi Jean juga menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya terganggu yang menunda transplantasi sumsum tulang belakangnya sampai tahun ini.
Namun, pada akhirnya semuanya berjalan baik, dan bocah lima tahun tersebut senang karena dapat menyelamatkan nyawa kakak perempuannya.
"Seolah-olah putri saya dilahirkan kembali dan mendapatkan kehidupan baru," kata Suchai Boonklomjit, ayah kedua anak-anak tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri