Suara.com - Pemuka agama yang tergabung dalam Inter Religious Council (IRC) Indonesia akan menemui Presiden Joko Widodo dan DPR RI terkait polemik Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Mereka satu suara menolak pembahasan RUU HIP di parlemen dan mengingatkan agar Pancasila jangan diutak-atik sebagai asas tunggal negara.
"Kita akan bawa hasil musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan Februari 2018 dan kesimpulan percakapan kita hari ini kepada Presiden dan DPR, bahwa Pancasila jangan diutak-atik lagi. Tidak perlu ada tafsiran ulang atas Pancasila," kata Ketua IRC Indonesia Din Syamsuddin dalam percakapan virtual para pemuka agama, Senin (30/6/2020).
Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini menjelaskan, tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah pengalaman Pancasila. Nilai-nilai Pancasila belum terejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini. Mengingat masih tingginya ketimpangan dan ketidakadilan terjadi di negeri ini.
Selain itu, persatuan dan kesatuan bangsa belakangan terancam dengan berbagai masalah intoleransi yang terjadi di beberapa daerah.
"Kerukunan umat beragama saya amati akhir-akhir ini harus terus dipelihara. Harus terus diperlihara sampai ke tingkat masyarakat bawah," ujarnya.
Keragaman harus disyukuri dengan sikap toleransi di masyarakat.
"Ada perbedaan diantara kita, jelas, tapi juga banyak persamaan diantara kita. Titik etika dalam Pancasila harus kita implementasikan bersama," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti menegaskan, RUU HIP harus dihentikan pembahasannya di parlemen. Sebab secara yuridis, konstitusional kedudukan Pancasila sebagai sumber negara dan sumber hukum sudah sangat kuat.
"Saya kira persoalan yang berkaitan dengan RUU HIP itu secara materi bertentangan dengan pembukaan UUD 1945. Muhammadiyah berpendapat Pancasila itu sudah final, dan menjadi bentuk ideal sebagai dasar negara," katanya.
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Lintas Agama Tegaskan Pancasila Sudah Final
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
-
Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur
-
H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
-
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak
-
Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen
-
Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo, Sinyal Kuat Kemitraan Indonesia-Jepang