Suara.com - Penyebaran Corona Virs Disease 2019 (Covid-19) telah ditetapkan sebaga bencana nasional, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Bencana Nasional.
Untuk menangani penyebaran Covid-19, Presiden RI, Joko Widodo menginstruksikan, agar dilaksanakan jaring pengaman sosial dan memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah menyalurkan bantuan sosial sembako dan bantuan sosial tunai (BST) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh wilayah Indonesia, melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Bantuan dari pemerintah diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi, dan memenuhi kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.
Dengan jaringan dan sumber daya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, PT Pos Indonesia (Persero)dan Bank Himbara telah meyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos kepada KPM selama 3 tahap, yakni April, Mei, dan Juni 2020, dengan nilai Rp 600 ribu/bulan/KPM kepada 9 juta KPM.
Untuk mengakselerasi penyaluran BST, atas perintah Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara, PT Pos melakukan sejumlah terobosan, yaitu pertama, penyaluran melalui pelayanan di luar kantor pos (komunitas), antara lain kantor desa, kantor kelurahan, sekolah, dan lainnya yang mendekatkan layanan kepada KPM dan dalam rangka mematuhi protokol kesehatan, agar menghindari antrian dan kerumunan.
Kedua, penyaluran melalui pengantaran langsung ke rumah KPM, khususnya kepada KPM yang tidak bisa hadir di kantor pos dan komunitas, karena alasan tertentu, seperti disabilitas, KPM yang lanjut usia, sakit, dan lokasi KPM yang jauh untuk mengakses lokasi pembayaran, ketiga, memperpanjang durasi layanan, yakni dari pagi hingga selesai (sampai malam), dan hari libur, dan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan kelurahan, TKSK, lembaga sosial kemasyarakatan (Karang Taruna, Hansip, dan lainnya, pemerintah daerah serta unsur aparat pengamanan Kepolisian dan TNI.
Saat ini, proses penyaluran BST untuk tahap I dan II sudah berjalan dengan baik, dan akan memasuki finalisasi untuk tahap III. Untuk proses penyaluran di daerahterluar, terdepan, tertinggal (3T) akan dibayarkan sekaligus untuk tiga tahap.
Hal ini dimaksudkan agar proses salur lebih efektif, memudahkan dan meringankan KPM menghindari timbulnya ongkos dan waktu untuk berangkat dan pergi dari rumah ke lokasi distribusi BST.
PT Pos juga melakukan penyaluran BST ke daerah dengan kategori khusus, yaitu daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, terpencil, dan/atau perbatasan antar negara daerah 3T, dan daerah yang memiliki keterbatasan akses geografis dan infrastruktur tunai.
Selama proses penyaluran BST, banyak testimoni banyak KPM terdampak Covid-19 yang merasa sangat terbantu dengan BST. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan kondisi mereka.
Baca Juga: Pos Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Corporate Branding PR Award 2020
Berita Terkait
-
Survei: 40 Persen Penduduk AS Percaya Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir
-
Covid-19 dan Perubahan Kondisi Ekonomi Dalam Negeri
-
Covid -19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
-
Lembaga Eijkman: Perlu Ada Surveilans Agar Flu Babi G4 Tak Jadi Pandemi
-
Uji Coba Bus Listrik EV1 Transjakarta, Tekankan Protokol COVID-19
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak