Akhirnya Sandi menceritakan pada istrinya bahwa ia telah di-PHK oleh kantor tempatnya bekerja. Selain kepada istrinya, Sandi juga merasa bersalah kepada mertuanya karena telah menggunakan sertifikat rumah mereka dalam bisnis investasi saham.
"Boleh minjem tapi jangan minjem dari mertua, that's a bad decision," ungkap Sandi yang disambut tawa Daniel dan istrinya.
Saat itu Sandi benar-benar merasa shock dan tidak menyangka akan dipecat oleh perusahaan, padahal ia telah bekerja dengan maksimal.
"Kita juga waktu masih berkarir kerjaannya banting tulang banget, pulang jam 1-2 pagi, jam 8 sudah di kantor lagi. Jadi begitu di-PHK kaget juga gitu. Seseorang yang merasa berprestasi terus harus ngalamin kehilangan pekerjaan dan enggak pernah punya bayangan," ungkap Sandi.
Dari situlah Sandi kemudian menyadari bahwa kegagalan dalam berkarir bisa sangat berpengaruh terhadap keadaan seseorang. Ia kemudian merefleksikan pengalamannya saat krisis tahun 1998 itu dengan kondisi krisis pandemi virus corona saat ini.
"Makanya kita lihat di pandemi 2020 ini, salah satu pesan yang saya sampaikan kepada manajemen profesional yang sekarang mengelola investasi dan grup bisnis kami adalah bahwa PHK itu adalah your last, last, absolute last action karena kekayaan kita aset kita itu the people," ujar Sandi memberi saran.
Berita Terkait
-
Kasus ProAktif, Syakir Daulay : Tak Nikmati Untung tapi Malah Rugi
-
Terinspirasi dari YouTube, Gadis 13 Tahun Gantung Anak Kecil Hingga Tewas
-
Merasa Diperbudak, Syakir Daulay Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar
-
Syakir Daulay Ngaku Belum Dapat Mobil dan Apartemen dari Label ProAktif
-
Lawan Label ProAktif, Syakir Daulay Juga Gugat YouTube
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
-
Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!
-
Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender