Suara.com - Aksi yang dilakukan buruh, mahasiswa dan petani tolak pembahasan Omnibus Law di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, menjelang sore hari makin memanas. Massa mencoba menerobos pembatas dan mencoba mendekat masuk ke gerbang utama DPR RI.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, sejumlah massa tampak mendekat ke pembatas kawat berduri yang dipasang oleh aparat kepolisian. Tak hanya mendekat, sejumlah massa terlihat melempari personel kepolisian dengan botol air mineral yang memang berjaga dibalik pembatas.
Namun, salah satu orator dari atas mobil komando memberikan arahan agar para massa bersabar dan memberikan waktu sebentar lantaran sejumlah perwakilan sedang melakukan audiensi dengan anggota DPR di dalam.
"Mohon kawan-kawan jangan lempar-lemparan dulu. Hati-hati, saya bukan provokasi tapi mohon sabar sebentar kita beri waktu 10 menit kawan-kawan kita di dalam. Tunggu mereka keluar kita dengar hasilnya apa baru pikirkan langkah selanjutnya," kata salah satu orator dari atas mobil komando.
Sementara itu, para personel kepolisian lengkap dengan tameng mulai disiagakan di depan gerbang utama Gedung DPR RI. Terlihat juga mobil water canon polisi juga mulai disiagakan.
Hingga berita ini ditulis perwakilan massa pendemo belum keluar menyampaikan hasil dari audiensinya bersama dengan anggota DPR. Dari atas mobil orasi-orasi masih terus dikumandangkan.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah 20 orang perwakilan dari buruh, mahasiswa dan petani yang menggelar aksi unjuk rasa menutut pembatalan pembahasan RUU Omnibus Law diterima masuk ke Gedung DPR RI untuk bertemu para anggota dewan.
Awalnya aparat kepolisian melalui Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto melakukan negosiasi dengan perwakilan massa yang menuntut pembatalan pembahasan Omnibus Law.
"Mohon tertib dulu kawan-kawan, kami akan fasilitasi kawan-kawan untuk masuk ke gedung DPR," kata Heru melalui pengeras suara.
Baca Juga: Seruan Rizieq di Aksi Tolak RUU HIP: Saatnya Jokowi Mundur Secara Terhormat
Kemudian Heru menanyakan berapa orang perwakilan yang aman masuk, kemudian massa pendemo menginginkan 20 orang dari perwakilan buruh, mahasiswa dan petani untuk masuk bertemu anggota DPR khususnya bagian Baleg DPR RI.
"Ada berapa? 15 ya, oke 20 saja yang sudah dipersiapkan masuk ke dalam," ujar Heru lagi.
20 orang yang diizinkan tersebut pun kemudian masuk melalui pembatas yang dibuka oleh aparat kepolisian.
Adapun salah satu orator dalam mobil komando mengatakan, pihaknya meminta pertemuan tak berlangsung alot. Ia menginginkan agar Omnibus Law berhenti dibahas dan diteruskan.
Berita Terkait
-
Demo Rusuh Penolak RUU Omnibus Law, Fly Over Makassar Dicoret Kalimat Kotor
-
Pendemo Tolak RUU HIP di Gedung DPR Sudah Bubar
-
Aksi Corat-Coret Kawanan ABG saat Ikut Demo: Omnibusuk Law, DPR Mencret
-
Demo Penolakan Omnibus Law di Makassar Berakhir Rusuh
-
20 Pendemo Tolak Omnibus Law Masuk ke Gedung DPR, Polisi: Mohon Tertib
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
-
Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!
-
Wajahnya Terekam Jelas! Begal Payudara Sasar Pelajar SMP di Jakbar, Korban Sampai Trauma
-
Dewas KPK Nyatakan Istri Tersangka Kasus K3 Bersalah, Dihukum Minta Maaf Secara Terbuka
-
Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta
-
Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ketinggian Air di Bawah 50 Cm
-
Pilkada Langsung vs Lewat DPRD: PKS Masih Kaji, Ajak Semua Pihak Bahas dengan Kepala Dingin
-
Belum Masuk Prolegnas, Komisi II DPR Sebut Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Dibahas
-
KUHP dan KUHAP Mulai Berlaku, Puan Maharani: Momen Bersejarah untuk Indonesia