Suara.com - Gara-gara ayahnya berinisial MS ditusuk saat berkelahi dengan Sudirman (35) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tiga anaknya nekat menganiaya Sudirman yang bukan lain sepupunya sendiri hingga tewas.
Kini Polsek Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menangkap keempat pelaku yang merupakan warga Desa Talang Lubuk, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Di antaranya seorang ayah inisial MS dan ketiga anaknya berinisial HD (35), AY (18), serta AG (17).
“Awal mula kejadian itu, MS yang merupakan ayah dari tiga pelaku ini terlibat cekcok mulut dengan korban yang tinggal sebelahan,” ujar Kapolsek Muara Telang, Iptu Gunawan melalui pesan tertulis, Selasa (21/7/2020).
Cekcok mulut itu bermula saat korban mempersoalkan saluran air yang dibuat oleh MS di atas lahan kebun kelapa milik korban.
Pasalnya, saluran air itu mengakibatkan kelapa milik korban mati dan tidak berbuah karena banjir. Kondisi itu dialami korban dalam kurun waktu setahun.
Karena itu, Sudirman berkelahi dengan MS yang sempat ditusuk oleh korban. Namun kondisi MS tidak terluka parah. Setelah itu, MS pulang ke rumah dan mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada tiga anaknya itu.
“Dari sana, ketiga anaknya yakni HD, AY dan AG mendatangi korban. Korban pun dianiya menggunakan senjata tajam hingga lengan kiri korban putus. Bahkan, korban meninggal dunia ketika dibawa ke puskesmas setempat,” ungkap dia.
Dalam kasus tersebut, kini ketiga tersangka HD, AY dan AG dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban tewas Juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
Ketiganya terancam pidana selama 15 tahun kurungan penjara. Maksimal ketiganya dihukum kurungan seumur hidup.
Baca Juga: Pemuda di Palembang Tewas Dikeroyok Keluarga Tetangganya di Depan Rumah
Kontributor : Rio Adi Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!
-
Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus
-
Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat
-
Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman
-
Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini
-
Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar