Suara.com - Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, krisis ekonomi pada saat ini berbeda dengan krisis ekonomi pada massa sebelumnya. Dia mencontohkan, krisis ekonomi yang pernah melanda tanah air pada tahun 1998, 2008 dan 2013 disebabkan oleh krisis keuangan.
Kenyataan pada saat ini, lanjut Budi, krisis ekonomi merupakan dampak dari Pandemi Covid-19. Akibatnya, seluruh program ekonomi nasional harus mendukung program-program kesehatan.
"Sedangkan, kali ini krisis ekonominya disebabkan oleh krisis kesehatan sehingga akibatnya semua program-program ekonomi kami harus mendukung dan mensuport kegiatan atau program program kesehatan," ungkap Budi dalam keterangan yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (29/7/2020) sore.
Budi menyatakan, program kesehatan kekinian sangat diperlukan agar masyarakat kembali mempunyai rasa aman. Contohnya, saat menjalani kehidupan sehari-hari seperti beraktivitas.
"Masalah yang sekarang terjadi adalah karena ada krisis di bidang kesehatan, masyarakat tidak berani keluar kontak fisik tidak terjadi sehingga kegiatan ekonomi juga berkurang drastis," jelasnya.
Dengan demikian, Budi berpendapat jika kontak fisik belum mampu digantikan dengan kontak digital atau virtual. Untuk itu, pemerintah mengklaim bakal menghidupkan ekonomi konvesional yang lesu akibat pagebluk Virus Corona.
"Akibatnya semakin lama, rasa aman ini terbangun kembali akan semakin banyak ruang fiskal yang harus kita pakai untuk menjembatani karena aktivitas ekonomi belum kembali," ujarnya.
Untuk itu, perlu ada jaminan keamanan bagi masyarakat agar bisa memulai aktivitas ekonomi yang melibatkan kontak fisik. Salah satunya dengan protokol kesehatan yang lebih disiplin agar masyarakat kembali berani keluar dan melakukan kontak fisik dalam lingkup kegiatan ekonomi.
"Dengan protokol kesehatannya lebih disiplin, rasa aman ini akan kembali, orang akan berani keluar melakukan kontak fisik dan kegiatan ekonomi berputar," katanya.
Baca Juga: Moeldoko: Satgas Covid-19 PEN Fokus ke 2 Permasalahan
"Sehingga ruang fiskal pemerintah akan kembali ke level Normal. Itu sebabnya memang kami harus benar-benar bekerja bersama-sama dengan sektor kesehatan dengan Pak Doni."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Negara Nyaris Tekor Rp60 Miliar, KPK Bongkar Skandal 'Main Mata' Petugas Pajak Jakut
-
Waspada! Tol Bandara Soetta Tergenang Pagi Ini, Lalu Lintas Macet Merayap
-
Tak Lagi Tampilkan Tersangka, KPK Diminta Seimbangkan Transparansi dan HAM
-
Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini
-
Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026
-
11 Jam Geledah Kantor Pajak Jakut, KPK Sita Duit Valas Terkait Suap Diskon Pajak Rp60 M
-
Daftar Lengkap 19 Kajari Baru: Jaksa Agung Geser Jaksa Eks KPK ke Blitar
-
3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya
-
Detik-Detik Truk Mogok Tertemper KA BasoettaManggarai di Perlintasan Rawabuaya
-
Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari