Suara.com - Pemerintah New York telah melegalkan penjualan es krim yang terbuat dari campuran minuman keras.
Menyadur New York Post, Gubernur New York Andrew Cuomo menandatangi undang-undang terkait penjualan es krim ini pada Senin (3/8).
Undang-undang negara sebelumnya memungkinkan peredaran es krim berbahan anggur lima persen, bir dan sider atau sari buah apel beralkohol.
Namun dengan adanya undang-undang baru, pembuat es krim di New York diperbolehkan menggunakan liquor atau minuman keras sebagai bahan es krim.
Ketika aturan ini diterapkan, para produsen dan pengrajin minuman keras, peternak sapi perah, pengecer makanan dan restoran dapat membuat dan menjual makanan manis berbahan minuman keras.
Adapun undang-undang penggunaan bahan minuman keras untuk makanan di New York ini akan berlaku dalam waktu dekat.
Kendati demikian, mereka yang bisa membeli produk es krim beralkohol ini hanya orang yang berusia 21 tahun ke atas.
"Industri minuman kerajinan di New York telah mengalami pertumbuhan pesat dan dengan itu muncul tanggung jawab untuk memajukan regulasi yang memastikan kelangsungan jangka panjang, melindungi konsumen dan memberi petani peluang untuk meningkatkan bisnis mereka," ujar Cuomo.
Undang-undang ini selanjutnya, sambung Cuomo, akan menumbuhkan industri yang sedang berkembang dan mendorong bisnis kecil di New York.
Baca Juga: Penanganan Covid di RI, Media Asing: Influencer Dorong Pengobatan ala Dukun
"Sambil membantu menempatkan mereka (pelaku bisnis) pada jalur pertumbuhan berkelanjutan yang memberdayakan produsen dan konsumen," katanya.
Sponsor RUU itu, anggota parlemen negara bagian Rachel May dan anggota majelis Donna Lupardo, menulis dalam memo fiskal legilasi yang dimasukkannya dapat menambah koleksi penerimaan pajak negara bagian dan lokal New York.
Sejak 2012 silam, New York telah melisensikan lebih dari 820 peternakan di seluruh negara bagian dengan izin manufaktur minuman kerajinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas