Suara.com - Seorang pemuda bernama Adyos Triwicaksono mulai mencoba keberuntungan dengan berjualan kopi keliling atau koling menggunakan vespa di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Uniknya, dia akan jual kopi dengan keliling Sumatera.
Pemuda berusia 26 tahun ini memilih keliling menggunakan vespa yang sengaja dimodifikasinya menjadi warung kopi atau warkop itu sekaligus untuk mengenalkan kopi khas Sumsel.
Mulai dari Kopi Robusta Semendo, Robusta Pagaralam, dan Arabica Semendo.
Bob sapaan akrabnya, mengatakan kopi asal Bumi Sriwijaya ini tak kalah dengan kopi dari wilayah lain di Indonesia.
“Kopi khas Sumsel sendiri memiliki rasa yang lebih pekat dan bertekstur tebal. Selain itu, flavour-nya lebih cokelat dan cukup dikenal keharumannya,” ujar dia saat dibincangi Suara.com saat berjualan di kawasan Bunderan Air Mancur Palembang, Selasa (4/8/2020) petang.
Bahkan, warga Palembang ini berencana akan keliling berjualan kopi dengan vespa kesayangannya tersebut dari kota pempek ini lanjut ke Jambi, Padang, Medan hingga ke Provinsi Aceh.
“Tujuannya bukan lain cuma satu, yakni untuk mengenalkan kopi khas Sumsel ke masyarakat yang lebih luas lagi. Ya, biar di luar sana tahu kalau kopi kita (khas Sumsel) juga nikmat,” kata dia.
Berjualan keliling hingga Aceh itu akan dilakukan pada Oktober 2020 mendatang.
Nantinya ia tak sendirian saat keliling, melainkan akan ditemani lima rekannya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Resto yang Punya Suasana Menenangkan di Jogja
“Rencananya kita akan keliling sampai Aceh itu selama 30 hari. Kita akan singgahi setiap kota-nya untuk memperkenalkan kopi khas Sumsel ini,” tambah Bob.
Sementara di Kota Palembang, ia berjualan keliling seperti ini baru dua pekan.
Pasalnya, selama ini belum ada yang mencoba untuk berjualan kopi keliling.
“Kan bumi kita ini tengah dilanda pandemi Covid-19. Kami rasa kopi keliling ini menjadi salah satu jalan keluar di mana kami menyajikan kopi secara keliling dan menghindari kerumunan ramai,” ucap dia.
Dalam berjualan koling ini, ia menjual dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari Rp 8.000 per cangkir.
“Harga menyesuaikan. Selain kopi khas Sumsel, kita juga menawarkan beragam menu lainnya seperti kopi saring susu, kopi hitam, cokelat, dan bandrek,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
10 Detik Jadi: Gebrakan Draft Coffee Tanamera, Kopi Ngebut Rasa Nusantara
-
Secangkir Kopi yang Terlambat Manis
-
6 Rekomendasi Parfum Mobil Aroma Kopi Terbaik yang Gak Bikin Mual Penumpang, Serasa di Kafe
-
Kopi, Kedai Estetik, dan Romantisasi Konsumsi Urban
-
Gara-Gara Telat Ngopi, Aku Terjebak Caffeine Withdrawal Syndrome
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara