Suara.com - Seorang pensiunan Italia dijatuhi hukuman denda karena ayam jagonya terus berkokok dan membangunkan para tetangganya saat fajar menyingsing.
Menyadur The Guardian, Selasa (11/8/2020) seorang petugas polisi mengintai rumah Angelo Boletti di Castiraga Vidardo, sebuah kota di Lombardy, untuk membuktikan kebenaran keluhan tetangga bahwa ayam bernama Carlino berkokok pada pukul 4.30 pagi.
Pensiunan berusia 83 tahun tersebut, sangat marah karena kemudian ia dijathu didenda 166 euro (sekitar Rp 2,8 juta).
Boletti diketahui melanggar aturan yang menetapkan bahwa hewan peliharaan harus berada dalam jarak minimal 10 meter dari rumah tetangga. Carlino berada di dalam sangkar di taman Boletti.
"Saya tidak dapat berkata-kata. Kepentingan apa yang ada di sana?" Boletti berkomentar kepada surat kabar lokal, Il Cittadino.
Boletti menjelaskan bahwa Carlino telah tinggal di tamannya selama 10 tahun sebelum diberikan kepada seorang temannya setelah dilaporkan mengganggu tetangga.
Ayam jantan itu baru-baru ini kembali karena Boletti sedang merawatnya sementara temannya sedang berlibur selama 20 hari.
Boletti, seorang pensiunan tukang batu, sekarang berencana untuk mengajukan banding atas laporan dan denda tersebut.
"Mereka bisa saja memberi tahu saya sebelumnya tentang jarak [aturan]. Saya tidak mengerti," ujar Boletti.
Baca Juga: Italia Gelar F1 GP Tiga Kali, Samakan Rekor dengan Amerika Serikat
"Saya tidak akan berhenti di sini - saya akan menghubungi polisi, prefek, semuanya ... juga karena saya telah mengajukan keluhan kepada pihak berwenang setempat tentang penebangan pagar milik pribadi dan orang-orang memarkir secara ilegal, tetapi belum mendapat tanggapan." jelasnya.
Emma Perfetti, Wali Kota Castiraga Vidardo, mengatakan pihak berwenang dipaksa untuk bertindak seperti itu karena banyaknya keluhan dari para tetangga.
Perfetti menambahkan bahwa ayam jantan berada di rumah Boletti selama lebih dari 20 hari.
"Tidaklah tepat bagi setengah lingkungan untuk bangun pada pukul 4.30 pagi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?