Suara.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan mengumumkan pada hari Jumat (14 Agustus) apakah lockdown di New Zealand akan diperpanjang atau dilonggarkan.
Menyadur The Straits Time, Jumat (14/8/2020), Jacinda Ardern mengisolasi Auckland, rumah bagi sekitar 1,7 juta orang hanya beberapa jam setelah empat kasus Covid-19 baru ditemukan di sebuah keluarga yang tinggal di kota tersebut. Ia juga menerapkan kembali tindakan jarak sosial di seluruh negeri.
Sebanyak 13 kasus lainnya telah dikonfirmasi dan dikaitkan dengan kasus di Auckland, menimbulkan keraguan atas strategi pemberantasan pandemi oleh Ardern saat akan bertarung di pemilu pada bulan depan.
Menteri Kesehatan Chris Hipkins mengatakan bahwa pengujian genom dari strain Covid-19 yang dikontrak oleh keluarga di Auckland menunjukkan bahwa itu berasal dari Inggris atau Australia.
Namun, dia mengatakan bagaimana keluarga Auckland mendapatkannya masih dalam penyelidikan, membantah komentar dari Wakil Perdana Menteri Winston Peters bahwa kasus tersebut berasal dari kurangnya fasilitas karantina.
"Orang-orang berbicara tentang perbatasan, bahkan itu terlalu dini pada saat ini, kami sama sekali tidak memiliki cukup informasi untuk membuat tebakan tentang dari mana asalnya," kata Hipkins kepada 1NEWS.
Beberapa ahli kesehatan lokal terkemuka menyarankan kemungkinan besar virus itu telah menyebar diam-diam di Auckland selama berminggu-minggu.
Oposisi utama, Partai Nasional mengecam pemerintah, dengan mengatakan gagal mengamankan fasilitas karantina dan menuduhnya menyembunyikan informasi tentang wabah terbaru.
Warga Selandia Baru merayakan ketika Jacinda Ardern dapat mengurangi penularan virus corona dengan penguncian ketat sebelumnya yang memaksa hampir semua orang untuk tinggal di rumah.
Baca Juga: 10 Aktivitas Seru & Menyenangkan di New Zealand untuk Liburan 2020
Tetapi pendapat terbagi tentang apakah pemimpin berusia 40 tahun itu harus mengulangi strateginya, mengingat biaya ekonomi yang besar dan bukti global yang meningkat bahwa virus Covid-19 tidak dapat ditekan secara permanen.
Westpac Banking Corp memperkirakan jika lockdown di Selandia Baru akan menimbulkan kerugian sekitar 300 juta dolar Selandia Baru (Rp 3,1 miliar) atau 0,5 persen dari produk domestik bruto.
Deputi Gubernur Reserve Bank Selandia Baru Geoff Bascand mengatakan kepada Reuters bahwa virus yang terus muncul kembali menimbulkan risiko besar bagi prospek bank tersebut.
Ardern diperkirakan akan mengumumkan keputusannya tentang lockdown pada pukul 17.30 waktu setempat setelah bertemu dengan kabinetnya dan merilis informasi jumlah infeksi harian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN