Suara.com - Tindakan yang dilakukan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dengan tetap memakai telepon di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika sedang mengisi bahan bakar di bandara Makassar, Sulawesi Selatan, dikecam publik.
Kasus itu makin mengemuka setelah kelakuan Mumtaz Rais sampai diingatkan oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango -- yang juga menjadi salah satu penumpang pesawat.
Apapun argumentasi yang mungkin disampaikan Mumtaz Rais, insiden pada Rabu (12/8/2020) di dalam pesawat rute Gorontalo - Makassar - Jakarta itu sudah terlanjur jadi bahan empuk untuk mem-bully mantan anggota DPR itu.
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai kelakuan Mumtaz Rais menunjukkan yang bersangkutan tak mematuhi aturan.
"Tak pantas menelepon di dalam pesawat. Dia perlu baca UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan," kata Jerry kepada Suara.com, Sabtu (15/8/2020).
Sebelum Nawawi menegur Mumtaz Rais, sebenarnya pramugari sudah berulangkali menegur agar dia tidak berteleponan dari tempat duduk itu, tetapi tetap saja Mumtaz Rais berbicara. Itulah yang paling disayangkan Jerry.
"Ini bagi saya harus punya etika kalau salah ditegur jangan melawan. Siapapun hukum itu sama. Ini bukan negeri yang menganut hukum rimba. Mau anak pejabat manapun harus paham akan aturan dan norma yang berlaku," kata Jerry.
Selain berbahaya bagi flying safety (keselamatan penerbangan), berbicara melalui telepon di dalam pesawat, juga mengganggu penumpang yang lain.
"Jadi gunakan akal sebijak-bijaknya. Kan Wakil Ketua KPK Nawawi hanya mengingatkan dan menegur. Didengarlah jangan sok jagoan," kata dia
Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Tolak Omnibus Law di Jogja Ricuh, IG Mumtaz Rais Diserang
Jerry berharap kasus itu menjadi pelajaran bagi siapapun untuk mampu mengendalikan emosi. Masalah bisa jadi ruwet dan rumit kalau diproses polisi.
"Memang pemimpin milenial perlu banyak berguru pada orang tua soal tata krama dan kesantunan," katanya.
Kronologis kejadiannya
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri menjelaskan kronologis insiden tersebut. Ketika itu, Nawawi melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo dalam rangka menjalankan tugas kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH dan APIP di wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada 9 Agustus sampai 12 Agustus 2020.
Nawawi kembali ke Jakarta pada Rabu itu dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan transit di bandara di Makassar untuk pengisian bahan bakar.
"Pada saat pesawat mengisi bahan bakar, pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya," kata Ali dalam laporan Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!