Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara soal program ketahanan pangan yang sedang digaungkan Pemerintah Indonesia.
Ia berpendapat bahwa hasil laut jauh lebih bermanfaat untuk kebutuhan otak manusia dibanding memperbanyak sawah untuk produksi beras.
Susi mengatakan bahwa anak-anak Indonesia akan mendapat manfaat yang lebih besar jika pemerintah mau lebih serius memaksimalkan hasil laut dan sungai yang sudah tersebar di hampir seluruh wilayah RI.
"Untuk menaikkan otak anak-anak Indonesia menjadi di atas 90 atau 100, kita perlu protein, protein tidak didapat dari beras. Protein itu dari laut, dari ikan, dari sungai," kata Susi dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Minggu (16/8/2020).
Ia pun menyarankan agar pemerintah bisa mendayagunakan aparatur negara dengan mengelola hasil laut.
"Saya bilang daripada TNI dibawa ke sawah, lebih baik TNI suruh ke laut cari ikan. Tidak perlu tanam, tidak perlu bibit, tidak perlu urea, tidak perlu merusak gambut," ujar perempuan asal Pangandaran Jawa Barat itu.
"Yang perlu cuma alat pancing untuk ambil ikan di laut yang jumlahnya banyak," Najwa Shihab menimpali pernyataan Susi.
"Exactly! (Tepat!)" jawab Susi tegas.
Menurut perempuan berusia 55 tahun itu, hasil sumber daya laut tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi gizi dan protein masyarakat Indonesia, namun juga membantu kebutuhan ekonomi rakyat.
Baca Juga: Ada Peran Koalisi Anti-Susi Pudjiastuti di Kabinet Jokowi Periode Kedua
"Ikan itu sumber daya kalau diangkat dari laut itu a cash (uang)," tutur Susi.
Ia menjelaskan bahwa harga ikan jauh lebih tinggi dibanding harga beras yang selama ini jadi komoditas pangan pemerintah Indonesia.
"Semurah-murahnya ikan raja masih dapat satu kilo beras. Satu kilo lobster dapat 30 kilo beras, 1 kilo bawal putih yang besar dapat 50 kilo beras, 1 kilo ikan napoleon dapat 100 kilo beras," jelas pemilik perusahan penerbangan Susi Air tersebut.
Program Ketahanan Pangan
Pemerintah menganggarkan Rp104,2 triliun untuk ketahanan pangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021. Hal itu dikatakan Jokowi dalam menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan APBN Tahun Anggaran 2021 beserta nota keuangannya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
"Anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi," kata Jokowi.
Berita Terkait
-
Ada Peran Koalisi Anti-Susi Pudjiastuti di Kabinet Jokowi Periode Kedua
-
Kepala Staf TPNPB-OPM KODAP III Timika Tewas Tertembak saat Operasi Militer
-
Pangdam XVII Pastikan Nggak Ada Pesawat Sipil Ditembak di Oksibil
-
Penyelam Sipil dan TNI AL Gelar Pengibaran Merah Putih di Dasar Laut Natuna
-
Disambar Ikan Makerel Seberat 18 Kg, Pemancing 56 Tahun Ini Tewas
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Buntut Dugaan Pelanggaran Impor, Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah Tiffany & Co di Jakarta
-
Viral Kecelakaan Maut di Depan UIN Ciputat, Transjakarta Tegaskan Tak Terlibat
-
Nekat! Maling Beraksi di Ruang Rapat Hotel Mewah Jakarta Pusat, Laptop dan Ponsel Raib
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
-
Kabar Gembira! Ramadan 2026, Warga IKN Sudah Bisa Salat Tarawih di Masjid Baru
-
Beasiswa Harita Gemilang Antar Mahasiswa Pulau Obi dari Desa ke Kampus Perantauan
-
5 Hasil Audiensi Guru Madrasah dengan DPR: 630 Ribu Kuota P3K hingga TPG Cair Bulanan
-
Pengalihan Penerima BPJS PBI-JK, Gus Ipul: Agar Lebih Tepat Sasaran
-
Tak Boleh Ada Jeda Layanan, Menkes Pastikan Pasien Katastropik Tetap Dilayani
-
Tangis Haru Guru Madrasah Pecah di Depan DPR, Tuntutan TPG Bulanan dan Kuota P3K Disetujui