Suara.com - Ustaz dan kristolog Insan Mokoginta meninggal dunia pada Kamis (20/8/2020). Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Eka Hospital BSD,Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Berikut ini profil Ustaz Insan Mokoginta selengkapnya.
Kabar meninggalnya Insan Mokoginta disiarkan oleh akun Instagram @mualaf.center.indonesia dalam sebuah unggahan.
"Bismillah, Innalillahi wainna ilaihi raajiuun. Berita duka Umat kehilangan lagi seorang da’i yang selama ini seluruh sisa hidupnya diabadikan untuk berdakwah. Ustaz Insan Mokoginta di Rumah Sakit Eka Hospital BSD," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Insan Mokoginta juga dikenal sebagai pembimbing aktor Roger Danuarta saat menjadi mualaf. Selain itu, tahukah kamu bagaimana sosok Insan Mokoginta lebih lanjut? Nah, ini simak penjelasan profil Ustaz Insan Mokoginta berikut ini.
Latar Belakang
Ustaz Insan Mokoginta lahir di Kota Kotamobagu, Manado pada 8 September 1949. Ia merupakan seorang yang lahir seorang muslim.
Namun Insan Mokoginta kemudian memilih pindah agama menjadi katolik karena pengaruh lingkungan. Selain itu, pendidikan yang ia dapatkan semasa di sekolah juga ikut berpengaruh.
Insan Mokoginta disekolahkan di sekolah katolik pada saat itu. Orang tuanya pun memberikan kebebasan beragama kepada anak-anaknya.
Sempat Dikenal Sebagai Kristologi
Baca Juga: Salam Ustaz Gondrong Buat Fachrul Razi: Saya Punya Ponpes Belum Ada Bantuan
Ustaz Insan Mokoginta pada awalnya dikenal sebagai Kristologi. Kristologi merupakan cabang teologi yang mempelajari, sifat, karakteristik dan perbuatan Yesus Kristus.
Insan Mokoginta lantas memutuskan menjadi seorang mualaf dan masuk Islam saat berusia 31 tahun pada tahun 1980. Saat ia menjadi mualaf, Insan Mokoginta dibimbing oleh Imam Masjid Al Muqarabin Muhammad Hafidz di Kelapa Dua, Cimanggis, Depok.
Setelah kembali memeluk agama Islam, Insan Mokoginta kemudian terjun dalam dunia dakwah. Ia juga memulai untuk menulis buku kristologi sebelum ia melakukan dakwahnya.
Ustaz Insan Mokoginta juga dikenal sebagai orang yang membimbing Roger Danuarta saat menjadi mualaf. Perlu diketahui, dakwah yang dilakukan oleh Ustaz Insan Mokoginta merambah hingga ke luar negeri.
Ia pun memproduksi video-video dakwahnya dalam bentuk DVD sebagai metode ia menyebarkan ilmu dan sebagai cara untuk berdakwah di masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, kabar duka datang dari aktivis dakwah Islam yang bernama Ustaz Insan Mokoginta yang dikenal sebagai pendakwah dan pakar kristolog. Ia meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!