Sementara itu, Dinas Sosial Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan membuka posko darurat di area-area permukiman warga yang terdampak kebakaran guna membantu korban bencana.
"Sejak kemarin sampai hari ini ada tiga musibah kebakaran besar, di Jalan Cedrawasih, Kandea, dan Pannampu. Untuk itu segera di buka posko darurat setelah kami berkoordinasi dengan BPBD," kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muchtar Tahir di lokasi kebakaran di Jalan Indah Raya, belakang Pasar Pannampu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Setelah petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan, ia mengatakan, Dinas Sosial mengerahkan petugas untuk mendata dan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, termasuk membuka dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara.
"Kita upayakan bagaimana korban yang terkena musibah bisa mendapatkan bahan pokok. Dan dari BPBD juga membantu dalam hal penanganan bencana, kita serahkan bantuan selimut, sarung, dan kebutuhan lainnya dianggap perlu," kata Muchtar.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melansir sepanjang awal hingga akhir Agustus 2020, tercatat musibah kebakaran sebanyak 16 kasus terjadi di beberapa titik wilayah kota setempat.
"Kemarin dan hari ini di belakang pasar Pannampu merupakan kejadian kelima kebakaran. Data kebakaran sampai hari ini sebanyak 16 kejadian," sebut Kepala Dinas Kebakaran Kota Makassar, Elodewata Sahid.
Berdasarkan data Damkar Makassar, khusus awal sampai akhir Agustus 2020 terdapat 16 kasus kebakaran di berbagai titik wilayah Kota Makassar.
Musibah kebakaran terjadi terhitung mulai 9 Agustus 2020 di Kerung-kerung, Kelurahan Barana, dan jalan Abdul Kadir, masing-masing satu rumah habis dilalap si jago merah. Tidak ada korban saat kejadian.
Disusul pada 10 Agustus, kebakaran kembali terjadi di jalan Manuruki, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, mengakibatkan tiga rumah terbakar. Berselang lima hari, 15 Agustus, sijago merah kembali mengamuk di tiga titik lokasi berbeda yakni di kompleks Cokonuri, Kecamatan Rappocini, disusul Cambbaya, jalan Barukang Utara, Kecamatan Ujungtanah, dan Goa Ria, jalan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya.
Baca Juga: Klaim Berkas Perkara Korupsi Aman, Kejagung Minta Publik Tak Berspekulasi
Di Kompleks Cokonuri tiga rumah habis terbakar, sedangkan di Sudiang Raya, satu rumah terbagi lima petak untuk tempat usaha serta satu mobil ikut hangus terbakar. Sementara di Cambayya, sebanyak 17 rumah habis di lalap api. Tidak ada korban jiwa usai kejadian. Dugaan penyebab karena arus pendek.
Kemudian pada 16 Agustus, lagi-lagi api membakar mess di lokasi pergudangan 88 Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Tidak ada korban jiwa saat kejadian. Dugaan penyebab arus pendek listrik. Keesokan harinya, 17 Agustus, masih di kawasan pergudangan, jalan Ir Sutami nomor 39, Drayer Jagung milik PT FKS Multi Agro terbakar.
Pada 20 Agustus, satu unit mobil mini bus terbakar di depan SPBU Antang, Kecamatan Manggala akibat kelalaian. Sehari kemudian, 21 Agustus, api kembali membakar empat rumah di jalan Tinumbu, lorong 142, Kelurahan Bunga Ejaberu, Kecamatan Tallo. Tidak ada korban jiwa, dugaan penyebab kebakaran, akibat kelalaian kompor gas meledak di salah satu rumah warga.
Tidak berhenti sampai di situ, pada 22 Agustus, kebakaran terjadi lagi di empat lokasi yakni di jalan Cenderawasih, lorong 7C Kecamatan Mariso. Penyebabnya, gas pada kompor di dapur rumah warga, beruntung cepat ditangani sehingga tidak meluas. Dihari yang sama, Rumah Makan Sate Taichan di jalan Hertasning terbakar, dugaan kebocoran tabung gas.
Kebakaran susulan di jalan Jipang, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, membakar toko meubel, dugaan penyebab korsleting listrik pada gergaji mesin. Belum selesai, kebakaran kembali terjadi di jalan Cendrawasih lorong 10, Kelurahan Tamarunang, berdekatan dengan pasar Senggol, Sambungjawa, Kecamatan Mariso.
Dari kejadian itu, satu orang bernama H Anwar dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit Bayangkara karena mengalami sesak nafas akibat terlalu banyak menghirup asap. Tidak hanya itu dampaknya sebanyak 36 unit rumah dengan. 47 Kepala Keluarga (KK), 156 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.
Berita Terkait
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
-
Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri
-
Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai
-
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata