- Kebakaran melanda ruang auditorium Kampus Binus Anggrek, Jakarta Barat, pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
- Sebanyak 14 unit pemadam kebakaran dan 70 personel dikerahkan untuk memadamkan api serta melakukan proses pendinginan area.
- Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Suara.com - Aktivitas pagi di lingkungan Kampus Bina Nusantara (Binus) Anggrek, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, mendadak mencekam pada Jumat (22/5/2026). Ruang auditorium yang terletak di lantai 5 gedung tersebut dilaporkan hangus dilalap si jago merah.
Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat bergerak cepat setelah menerima laporan darurat sekitar pukul 07.30 WIB.
"Iya benar ini ada kejadian di Binus Kemanggisan," ujar Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat.
Mengingat lokasi api berada di ketinggian lantai 5 dan merupakan area vital kampus, Damkar Jakarta Barat tak main-main dalam mengerahkan kekuatan.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran beserta 70 personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke area perkuliahan lainnya.
Setelah berjibaku dengan asap pekat, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan penyisiran menyeluruh di area auditorium guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
“Saat ini sudah proses overhaul. Jadi kita udah nyisir semua yang terbakar di ruang auditorium,” jelas Syaiful.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Meskipun api sudah berhasil dipadamkan dan masuk dalam tahap pendinginan, penyebab pasti munculnya titik api di ruang pertemuan besar tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Baca Juga: Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
Syaiful menegaskan bahwa pihak Gulkarmat belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau faktor lainnya. Saat ini, fokus penyelidikan telah diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Sementara ini masih diproses pihak kepolisian ya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Area sekitar lokasi kejadian pun telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami