Suara.com - Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay mengkritisi lamanya penyediaan data penerima gaji subsidi Rp 600 ribu oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Saleh khawatir lambatnya penyetoran data berdampak juga terhadap terhambatnya distribusi bantuan.
Sebagaimana diketahui, mulai besok Kemenaker bakal mencairkan secara bertahap gaji subsidi kepada 2,5 juta penerima dari total targer 15,7 juta penerima. Jumlah penerima tahap pertama itu disesuaikan dengan data pemerima yang disetorkan Dirut BPJS Ketenaga Kerjaan Agus Susanto ke Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah per 24 Agustus 2020.
Saleh mempertanyakan sistem pendataan BPJS Ketenagakerjaan yang baru menyanggupi pengumpulan data 2,5 juta penerima dsri total 15,7 juta.
Menurutnya, meski harus melalui verifikasi, data itu bisa cepat terkumpul apabila sistem pendataan memang benar, rapi dan tertib.
"Maksud saya begini, kalau pendataan ini lama diberikan nanti saya khawatir pembagiannya juga lama distribusinya itu. Sama seperti insentif nakes ini yang diprotes sama teman-teman Komisi IX," tutur Saleh menanggapi paparan Dirut BPJS Ketanagakerjaan dalam rapat di Komisi IX DPR, Rabu (26/8/2020).
"Insentif nakes sampai hari ini kan belum selesai maka diperpanjang pemberian bantuan sampai bulan Desember, mestinya selesai paling lama Agustus ini," Saleh menambahkan.
Saleh kemudian juga menyoroti kesiapan BPJS Ketenagakerjaan dalam menyiapkan data penerima gaji subsidi. Padahal, kata Saleh, data itu ekslusif dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dengan melihat jumlah pekerja yang aktif terdaftar sebagai peserta per akhir Juni 2020.
"Ini jangan-jangan enggak siap juga pendataannya, uangnya ada tapi pemerintah enggak siap datanya gimana coba? Ini tolong apalagi katanya kan ekslusif nih data dimiliki oleh BP Jamsostek, ekslusif. Kalau tadi ikut yang informal yang mereka tidak terdaftar di BP Jamsostek mungkin butuh waktu lah, tapi ini kan enggak," ujar Saleh.
Baca Juga: Jangan PHP Produksi Vaksin Covid-19 Biar Publik Nggak Makin Bingung
Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pemerintah bakal meluncurkan bantuan gaji subsidi sebesar Rp600 ribu kepada karyawan yang memiliki upah di bawah Rp5 juta. Namun, dalam tahap satu usai peresmian besok, belum semua penerima bakal mendapat transferan.
Sebab, kata Ida, per 24 Agustus BPJS Ketenagakerjaan baru menyetorkan data 2,5 juta calon penerima bantuan dari total 15,7 juta penerima bantuan yang ditargetkan.
"Insyaallah akan diagendakan launching bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah besok, Kamis 27 Agustus 2020 oleh Presiden RI," kata Ida dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu (26/8/2020).
Ida mengatakan dalam saat ini Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan administrasi untuk proses transfer bantuan tahap pertama untuk 2,5 juta penerima.
"Mudah-mudahan seluruh proses ini berjalan sesuai yang kita rencanakan, kami rencanakan akhir Agustus ini tahap pertama. Per batch per Minggu, sekurang-kurangnya 2,5 juta per batch per Minggu akan kami lakukan," ujar Ida.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto