Suara.com - Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, pengurangan dan pencegahan stunting bukan sekadar isu kesehatan. Namun lebih jauh, terkait langsung dengan bagaimana menciptakan kebanggaan nasional.
Menurut Mensos, penanganan stunting sangat penting. Stunting yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, akan melahirkan SDM dengan kualitas rendah dengan ciri tubuh pendek. Tentu saja kualitas SDM sebagaimana tersebut, akan sulit diharapkan mampu bersaing di era kompetisi antar bangsa.
“Tentu kita berharap, di negeri ini akan diisi oleh generasi yang unggul. Generasi yang sehat, cerdas, dan secara fisik menunjukkan sosok yang tinggi dan tegap. Hanya dengan SDM unggul kita sanggup berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. Dari sosoknya yang tegap saja sudah menceminkan adanya kebanggan nasional,” kata Mensos dalam sambutannya pada “Kick Of Meeting” Kerjasama Kemensos RI dan Tanoto Foundation dalam Penanganan dan Pengurangan Serta Pencegahan Stunting, di kantor Kemensos, Jakarta (28/8/2020).
Mensos Juliari menyatakan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan langsung kepada Kemensos dan Kementerian Kesehatan sebagai leading sector dalam penanganan stunting. Meskipun arahan ini masih bersifat lisan, namun ia memastikan, Kemensos siap melaksanakan arahan Presiden.
Untuk itu, Kemensos sudah memiliki dua program yang sudah berjalan selama ini, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT). Menurut dia, dua program tersebut mencakup sasaran yang sangat besar dan efektif mendukung penanganan masalah stunting.
PKH mencakup 10 KPM atau 40 juta bila satu keluaga empat jiwa. Dan Program Sembako mencakup 20 juta KPM atau 80 juta jiwa satu keluaga empat jiwa. “Jadi total menjangkau sekitar 100-an juta jiwa. Di lain pihak, dua program tadi juga terdapat komponen yang berhubungan langsung dengan agenda kesehatan,” katanya.
Sebagai contoh, di PKH terdapat 7 komponen dimana empat di antaranya terkait kesehatan, yakni ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas. Sisanya 3 komponen terkait dengan pendidikan.
Kemudian di Program Sembako/BPNT juga telah mengalami kenaikan indeks dari semula Rp110.000/KPM/bulan menjadi Rp150.000/KPM/bulan (dan kemudian dalam penganan dampak Covid-19, naik menjadi Rp200 ribu/KPM/bulan).
Sejalan dengan peningkatan indeks dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu juga dilakukan penambahan jenis bahan pangan. Yakni dari semula beras dan telur, selanjutnya direkomendasikan untuk membeli daging, ikan, ayam, dan kacang-kacangan. Transformasi untuk meningkatkan gizi KPM.
Baca Juga: Kurangi Beban Penerima Manfaat, Kemensos segera Salurkan Bansos Beras
“Jadi tinggal kita pastikan keseriusan kita dengan menggunakan pipeline dan program, untuk lebih fokus mengungkit hasilnya. Jadi saya kira dengn dua program ini saja, sudah masif,” katanya.
Kerja sama Kemensos RI dengan Yayasan Bhakti Tanoto meliputi ruang lingkup pendidikan dan pelatihan SDM kesejahteraan sosial, penguatan kapasitas dalam komunikasi perubahan perilaku, sinergi modul pelatihan, pengembangan penyuluhan sosial, dan sebagainya.
Kerja sama juga terkait dengan penguatan kapasitas pendamping sosial dalam Pengembangan dan Pengasuhan Anak Usia Dini.
Berita Terkait
-
Anak Bertubuh Pendek Sudah Pasti Stunting, Benarkah?
-
Kurangi Beban Penerima Manfaat, Kemensos segera Salurkan Bansos Beras
-
Masyarakat Korban Banjir di Luwu Utara Dapat Bantuan dari Kemensos
-
Bertemu Sahabat Lamanya, Apa Isi Obrolan Mensos dengan Annisa Trihapsari?
-
Sinergi Lintas Kementerian Demi Kesejahteraan dan Desa Berketahanan Sosial
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani