Suara.com - Seorang suami mencurahkan kekalutan hatinya di sebuah grup Facebook lantaran istrinya mengalami ngidam ingin naik kereta api pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina.
Curhatan ini ia unggah ke sebuah grup Facebook Motuba pada Rabu (26/8/2020). Bukan hanya sang suami, para pengikut grup tersebut juga keheranan dengan ngidam aneh yang dialami si pengunggah curhatan.
Pemilik akun Fariz Abdullah ini menanyakan kepada rekan-rekan grup tersebut tentang pengalaman menghadapi istri yang tengah ngidam saat mengandung anak mereka.
Ia lantas menuliskan curhatannya sekaligus mencari solusi atas kendala yang dihadapi.
"Jadi istri saya sedang hamil 6 bulan Mbah, nak sebelumnya tidak pernah ngidam. Minggu yang lalu istri saya nyeplos katanya ingin naik kereta pembawa minyak Pertamina," tulis Fariz.
Calon ayah itu lalu menanyakan alasan mengapa istrinya ingin menaiki kereta yang bukan dipergunakan untuk ditumpangi tersebut.
"Jawabnya seru aja lihat Pak itu bawa bendera naik kereta di pinggiran," ungkap Fariz menirukan jawaban istrinya.
Ia lantas menganggap bahwa keinginan sang istri hanya sebuah candaan. Namun anggapan itu sirna setelah istrinya semakin sering mengungkapkan permintaanya.
Usai berkonsultasi dengan ibunya, Fariz baru mengetahui bahwa istrinya benar-benar mengidamkan naik kereta pengangkut BBM Pertamina.
Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Tabrak Jamban, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Fariz juga mengungkapkan bahwa keinginan istrinya itu diduga karena sering melihat kereta minyak saat berangkat kerja.
Sebuah permintaan yang tidak biasa itu membuat Fariz bingung mencari jawaban dan cara mengabulkannya.
"Jujur saya bingung karena ini anak pertama yang dikandung istri, jadi belum pengalaman. Saya juga udah usaha Mbah menanyakan cara naik ke teman yang kerjanya jaga palang kereta," sambung Fariz.
Dalam unggahannya, Fariz juga menyerakan beberapa foto yang salah satunya merupakan bukti percakapan WhatsApp dengan salah satu temannya untuk meminta tolong agar istrinya bisa naik kereta minyak.
Usahanya tidak mengkhianati hasil. Fariz akhirnya mendapat bantuan dari salah satu temannya untuk mengabulkan permintaan sang istri yang ngidam.
"Alhamdulillah berkat usaha dan mungkin yang dinamakan the power of sosmed bisa terkabul. Tak lupa dengan bantuan dari teman saya Taufiq Rohman yang bekerja di perkeretaapian dan izin dari Kepala Stasiuan Kotalama Malang, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih," tulis Fariz dalam unggahan selanjutnya.
Berita Terkait
-
Kapal Tanker Pertamina Tabrak Jamban, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
-
Pertamina dan Pemprov Kalteng Dayagunakan Aset Jalan 60 Km
-
Kendala Emisi dan Bahan Bakar di Indonesia, KIA Belum Rilis Seltos Diesel
-
Erick Thohir Sebut Kerugian Pertamina Kecil Dibanding Exxon dan Eni
-
Ahok Bubarkan Pertamina Jika Rugi, Ombudsman Singgung Makhluk Ajaib
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg