Suara.com - Pasien kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, tercatat sebanyak 1.620 orang pada Kamis (3/9/2020).
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Marinir Aris Mudian memaparkan jumlah pasien positif bertambah 18 orang dari hari sebelumnya.
"Pasien terkonfirmasi positif (Covid-19) 1.620 orang, semula 1.604 orang, berkurang 18 orang positif," kata Aris dalam keterangannya, Kamis (3/9/2020).
Jumlah pasien suspek Covid-19 yang dirawat inap di RSD Wisma Atlet saat ini berjumlah delapan orang, bertambah lima orang dari hari sebelumnya tiga orang.
Sementara total pasien rawat inap di RS Darurat penanganan Covid-19 itu menjadi 1.620 orang dari total kapasitas RSD Wisma Atlet 12.000 orang. Mereka terdiri dari 851 pria dan 769 wanita.
Sejak beroperasi 23 Maret, RSD Wisma Atlet telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 hingga jumlahnya mencapai 13.158 orang.
Aris mengatakan sebanyak 11.335 orang telah keluar dari RSD Wisma Atlet, yaitu karena sembuh sebanyak 11.078 orang, dirujuk ke RS lain sebanyak 253 orang, keluar tanpa izin satu orang, dan tiga orang meninggal dunia.
RSKI Pulau Galang
Aris juga melaporkan perkembangan jumlah pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang kini merawat inap sebanyak 274 dari 156 pria dan 118 wanita.
Baca Juga: Menko PMK Minta Dokter Selamatkan Diri Sendiri Sebelum Lawan Covid-19
"RSKI Galang, pasien rawat inap 274 orang, semula 293 orang, bertambah 47 orang," ucap Aris.
Dari jumlah itu pasien terkonfirmasi positif 124 orang, semula 134 orang, bertambah 29 orang, dan pasien suspek 150 orang.
Sejak beroperasi 12 April, RSKI Galang telah mendapat kunjungan pasien sebanyak 2.124 orang, 1.850 orang di antaranya telah pulang karena sembuh (386 orang), dirujuk ke RS lain (5 orang), pasien suspek yang selesai perawatan (1.458 orang), dan yang meninggal dunia nihil.
Berita Terkait
-
Menko PMK Minta Dokter Selamatkan Diri Sendiri Sebelum Lawan Covid-19
-
Seperti Kelereng, Ini Tampilan Virus Corona Saat Serang Saluran Pernapasan!
-
Makam Khusus Korban COVID-19 di Sragen, Baru Ada 1 liang Terpakai
-
Warna Dahak Bisa Deteksi Covid-19, Idan Separo Meninggal Karena Diabetes
-
Positif Covid-19 di DIY Bertambah, 2 Kasus dari Klaster Soto Lamongan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'