Suara.com - Seorang pemuda bernisial MRR menjadi korban pembacokan oleh sekolompok gangster atau kriminal saat hendak pulang ke rumahnya usai membeli makanan pada Minggu dini hari tadi, pukul 03.00 WIB. Korban dibacok saat tengah berhenti di lampu merah depan ITC Permata Hijau, Jalan Letjen Supeno, Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Indra Ranudikarta mengatakan, korban dibacok di bagian kaki hingga mengalami luka sobek dan pendarahan. Peristiwa itu terjadu saat korban hendak pulang ke arah Cidodol melalui lokasi kejadian bersama dua rekannya. Namun karena kalah jumlah, teman korban tidak dapat berbuat banyak.
"Saksi bersama Korban, tiba-tiba di samperin orang sekitar 20 motor dan membacok kaki korban karena korban posisi di belakang dan berboncengan dengan saksi," kata Indra dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).
Melihat korban ambruk usai dibacok, dua teman yang bersama di lokasi kejadian kemudian menyusul empat rekannya lagi yang sudah jalan lebih dahulu untuk memberi kabar adanya pembacokan. Namun naas, saat mereka kembali ke lokasi korban tidak ada dan dibawa ke rumah sakit.
Sedangkan teman korban lainya, yakni Bayu, Reza, Rio dan Bani sudah melaju terlebih dahulu sebelum kejadian. Namun saksi daffa dan Rian menyelamatkan diri dan mencari teman lainya untuk menyampaikan kabar korban di Bacok.
"Setelah itu teman-teman korban balik arah mengarah tempat kejadian untuk mencari korban, namun korban sudah tidak ada dan sudah di bawa ke RSPP," ujar Indra.
Kekinian korban dinyatakan meninggal dunia dan sudah dipindah dari RSPP ke RS Fatmawati guna menjalani autopsi. Sementara untuk kelompok gangstrer dan pelaku pembacokan masih dalam pengejaran polisi.
Berita Terkait
-
RDP Komisi III DPR: LPSK Sebut Ayah Nizam Syafei Diduga Anggota Gangster
-
4 Fakta Remake 'My Wife is A Gangster', SinemArt Hadirkan 'Bini Gue Preman'
-
Sinopsis Film Boss, Upaya Kocak Menolak Jadi Ketua Gangster
-
Masih Nunggak, Kejagung Sita Aset Musim Mas dan Permata Hijau Group
-
Korupsi CPO: Pengacara 3 Raksasa Sawit Minta Dibebaskan, Gugat Dakwaan Jaksa
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang
-
Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat