Suara.com - Sebuah video terbongkarnya aksi penyelundupan pil koplo viral di sosial media. Paket pil haram itu disembunyikan di dalam potongan tahu sayur lodeh.
Paket pil koplo dalam tahu itu diduga akan diselundupkan ke dalam penjara. Petugas yang mengetahui ada kejanggalan dalam sayur lodeh itu lantas membongkar isinya.
Hasilnya, mereka menemukan paket-paket pil yang tersimpan di dalam potongan tahu putih di dalam sayur berkuah tersebut.
Seorang pemuda yang diduga merupakan pengantar sayur tersebut diminta untuk memperhatikan barang yang tersembunyi itu.
"Nih ya kita lihatin lagi, kita buka bareng-bareng. Kamu perhatikan ya, berdiri biar bisa lihat," kata petugas dalam video yang diunggah akun Instagram @Infia_fact.
"Nah ini. Ini bisa bikin ribut satu penjara makan pil ini," kata petugas retsebut ketika membedah tahu putih.
Ia kembali mengeluarkan seplastik pil koplo yang tersimpan di dalamnya.
Tonton video pembongkaran tahu berisi pil koplo tersebut, DI SINI.
Video pembongkaran penyelundupan pil koplo dalam tahu ini kontan membuat warganet terheran-heran. Mereka tak habis pikir dengan cara para pelaku yang menyembunyikan pil-pil tersebut di dalam sebuah tahu.
Baca Juga: Awas, Penyalahgunaan Narkoba Picu Depresi Hingga Paranoid
Ada pula warganet yang juga heran kepada para petugas yang mengetahui bahwa ada yang aneh dalam tahu tersebut.
"Kok ketahuan ya, gimana caranya Pak. Mantul Pak Polisi, hebat juga akalnya si Abang bisa-bisanya menyembunyikan di tahu hadeh," komentar seorang warganet.
"Waduh, kreatif masnya, asal jangan sampai ada yang nyelip sekantong buat kang sayur. Emak-emak nge-fly nanti," tulis seorang pengguna Instagram.
"Kok bisa tahu ya mereka?" tanya warganet lain.
"Niat banget dah," komentar lainnya.
Selundupkan 1.815 Pil Koplo ke lapas menggunakan 32 buah salak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut