Suara.com - Para demonstran menempatkan 13 ribu kursi kosong di luar gedung parlemen Jerman di Berlin pada Senin (7/9/2020). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes agar kamp-kamp migran yang penuh sesak di pulau-pulau Yunani ditutup.
Menyadur Channel News Asia (CNA), Selasa (8/9/2020), setiap kursi kosong jadi simbol yang mewakili satu orang yang terjebak di kamp Moria di pulau Lesbos, kamp penerimaan terbesar di Yunani.
Pesan tersebut dikatakan oleh kelompok penyelenggara protes, Seebruecke, Sea-Watch, Campact dan LeaveNoOneBehind.
Kursi-kursi itu juga mengingatkan bahwa komune dan negara bagian Jerman, dengan Berlin sebagai kepala, pernah mengatakan siap bertanggung jawab atas nasib migran yang mendekam di kamp-kamp yang tidak sehat itu.
"Bundestag (pemerintah Jerman) sedang berlibur musim panas ini, namun bencana kemanusiaan di perbatasan luar Uni Eropa tidak berhenti," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Pekan lalu Yunani mengumumkan kasus virus korona pertama di kamp Moria, tempat penampungan migran yang telah jauh melebihi kapasitas aslinya.
Kamp Moria hanya didesain untuk menyediakan tempat bagi kurang dari 2.800 pengungsi. Namun kini, hampir 13 ribu orang berdesakan tinggal di tempat yang tak layak tersebut.
Secara keseluruhan, ada hampir 24.000 orang di lima kamp pulau Yunani yang pada awalnya hanya dibangun untuk menangani kurang dari 6.100 orang.
Jerman telah menerima 465 orang dari kamp-kamp ini, kebanyakan anak-anak yang sakit dan keluarga mereka. Berlin sendiri telah berjanji untuk menerima lebih dari seribu migran.
Baca Juga: Laporan Anies Soal APBD 2019 Dianggap Mengada-ada, 4 Fraksi DPRD DKI Protes
Sebelumnya, para aktivis penyelamat migran di laut turut mendukung aksi 13 ribu kursi kosong itu dengan mengatakan bahwa virus Corona di kamp Moria meningkatkan desakan harus adanya evakuasi di kamp-kamp Yunani.
Pihak berwenang Yunani pekan lalu memberlakukan karantina 14 hari di Moria setelah seorang pria yang tinggal di sebuah tenda di luar pagar kamp terbukti positif tertular virus corona.
Hingga 31 Agustus, menurut laporan VOA, kamp Moria menampung 12.714 orang, atau lebih dari kapasitas sesungguhnya.
Seperti yang telah disebutkan, pemerintah federal Jerman sebelumnya telah setuju menampung hampir 500 orang pengungsi.
Sejauh ini, 99 anak telah tiba. Jerman juga telah menampung 53 anak yang datang dari negaranya ke Eropa tanpa ditemani sanak keluarga.
Berita Terkait
-
Sebut Turki-Yunani Batal Perang berkat Usulnya, Musni Umar jadi Trending
-
Hari Ini, Pekerja Migran Indonesia Positif Corona Jadi 1.158 orang
-
Rektor UIC Klaim Turki - Yunani Batal Perang karena Usulan Dirinya
-
Dipindahkan karena Positif Corona, Seorang Wanita Melahirkan di Helikopter
-
Bikin Melongo! Harga Honda Supra X di Negara Yunani Setara 2 Vario 150
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap
-
Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru
-
Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar
-
Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru
-
Moisturizer Sariayu Mawar untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Manfaat dan Review Pembeli
-
Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Kylian Mbappe
-
Keraton Surakarta Bersolek, 11 Kawasan Bersejarah Dipugar Mulai Agustus
-
FKGI Dukung Langkah Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
-
Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026
-
Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini