Suara.com - Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menghebohkan warganet setelah mengomentari bagian tubuh calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati. Siapa sebenarnya Cipta Panca Laksana? Ini profil Cipta Panca Laksana selengkapnya.
Dalam cuitannya di Twitter, pria yang akrab disapa Panca ini menuliskan,"Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget". Sontak cuitan tersebut menuai kontroversi hingga berbagai kecaman netizen.
Tak hanya sekali Panca menghebohkan publik dengan cuitannya, ia juga pernah terlibat pertikaian dengan Roysepta Abimanyu usai terlibat Twitwar di tahun 2015 silam. Kabarnya, keduanya sepakat untuk berduel di Istora Senayan. Usai pertikaian tersebut, Roysepta mengaku kalah dari Panca dan mengumumkan kekalahan tersebut di Twitter.
Tidak hanya melakukan pelecehan terhadap Rahayu Saraswati, Cipta Panca Laksana juga pernah membuat kontroversi lainnya. Berikut profil lengkap Cipta Panca Laksana.
1. Latar Belakang Pendidikan dan Keluarga
Cipta Panca Laksana menikah dengan Evy Primastya dan telah dikaruniai dua orang anak perempuan. Saat masih kuliah,
Panca melanjutkan pendidikan tingginya di Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jakarta dan mendapat gelar Sarjana Sosial pada tahun 1994. Selanjutnya bergabung dengan Partai Demokrat dan mencalonkan diri sebagai Caleg di tahun 2019.
Meski namanya belum santer terdengar, Panca bukanlah orang baru di dunia politik. Berikut beberapa jabatan dan pekerjaan yang pernah dilakoni Panca.
Baca Juga: Ruhut ke Panca Soal Paha Mulus: Sakitnya Tidak Seberapa, Tapi Malunya Ini
- Mendaftar sebagai calon legislatif 2019 dari partai Demokrat di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat 2.
- Dosen tetap di Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jakarta mengajar program studi ilmu komunikasi S-1.
- Menjadi Badan Pemenangan Nasional tim Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019.
3. Kontroversi Cipta Panca Laksana
Selain menyinggung tentang bagian tubuh Rahayu Saraswati hingga berduel dengan Roysepta Abimanyu, Panca juga pernah menuduh Prabowo meminta uang senilai Rp 1 triliun ke Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang, Yudhoyono (SBY).
Menurut Panca, Prabowo meminta uang tersebut untuk menambah kebutuhan dana kampanye Pemilu Presiden 2019. Meski begitu, tudingan tersebut dibantah oleh politikus Gerindra, Andre Rosiade, dan menyebut bahwa tuduhan itu adalah hoaks.
Andre menyebut bahwa jika tudingan tersebut benar, maka SBY seharusnya menyampaikan langsung perihal tersebut bukan Panca yang menyampaikan.
Nah, itulah profil Cipta Panca Laksana mulai dari perjalanan karier hingga kontroversinya.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen