Suara.com - Perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia, memutuskan untuk merekrut narapidana atau napi kasus kepemilikan narkotika untuk mengatasi kekurangan pekerja asing akibat pandemi Covid-19.
Menyadur Channel News Asia (CNA), Rabu (9/9/2020), penutupan perbatasan dan lockdown telah membuat perusahaan kesulitan membawa kembali para pekerja, khususnya dari luar negeri.
Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai perkebunan sawit Malaysia telah merekrut penduduk setempat untuk melakukan berbagai hal mulai dari panen hingga pemupukan.
"Kami bahkan menjangkau Departemen Pengembangan Orang Asli, Asosiasi Pencegahan Narkoba Malaysia, serta Departemen Penjara untuk mencari penduduk setempat," kata kelompok industri Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) .
Kolaborasi dengan Departemen Penjara untuk merekrut pembebasan bersyarat dan narapidana di bawah pengawasan pertama kali dimulai pada 2016 di satu perusahaan yang terkait dengan pemerintah.
Namun, saat ini, banyak perusahaan sawit lainnya yang turut mengikuti langkah perekrutan narapidana sebagaimana dikatakan kepala eksekutif MPOA, Nageeb Wahad kepada Reuters.
Beberapa perusahaan perkebunan juga sedang berdiskusi dengan Asosiasi Pencegahan Narkoba Malaysia untuk merekrut pecandu yang pulih dalam rehabilitasi, katanya.
Pembatasan perjalanan dan pergerakan untuk menekan infeksi Covid-19 telah membuat negara Asia Tenggara itu bergulat dengan kekurangan 37.000 pekerja, hampir 10 persen dari total angkatan kerja.
Migran dari Indonesia dan Bangladesh merupakan hampir 85 persen dari tangan perkebunan di industri yang biasanya dijauhi penduduk setempat karena kotor, berbahaya dan sulit.
Baca Juga: Kecilkan Volume Suara, Bisa Turunkan Risiko Penyebaran Covid-19
Perekrutan para narapidana diharapkan bisa menghindari produsen minyak kelapa sawit Malaysia dari penurunan produksi yang periodenya bakal dimulai pada September hingga November 2020.
Penurunan produksi di bulan-bulan tersebut, diperkirakan bakal membuat Malaysia kalah saing dengan produsen nomor satu Indonesia yang tak memiliki kendala masalah tenaga kerja di tengah pandemi.
MPOA memperkirakan bahwa industri tersebut telah kehilangan hingga 30 persen dari hasil potensialnya karena krisis tenaga kerja, dan mematok produksi minyak sawit mentah negara itu jauh lebih rendah daripada 19,9 juta ton tahun lalu.
"Kami harus memanfaatkan semua alternatif yang tersedia untuk merekrut penduduk lokal ... tetapi jika kami gagal, kami akan membutuhkan pemerintah untuk membantu kami," kata Nageeb.
Berita Terkait
-
Positif Covid-19 di Papua Tambah 114 Orang, 62 Orang Asal Kota Jayapura
-
Sudah Ada 2.623 Jenazah Corona, TPU Pondok Ranggon Bikin Kuburan Baru Lagi
-
Buldozer Mulai Keruk Lahan Buat Perluas Kuburan Korban Covid-19 Jakarta
-
Relawan Sakit Aneh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan
-
Diduga Ada Reaksi Serius, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditangguhkan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno