Suara.com - Pendiri Kompas Gramedia Group Jakob Oetama berpulang pada Rabu (9/9/20/20).
Kehilangan sosok Jakob Oetama tak hanya dirasakan dunia pers. Pianis Ananda Sukarlan bercerita kepada Suara.com mengenai pertemuannya dengan Jakob Oetama dalam peluncuran buku berjudul Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama.
"Ternyata beliau tuh orangnya sederhana banget, dan ramah," kata Ananda kepada Suara.com.
Ananda masih ingat sapaan Jakob Oetama pada pertemuan hari itu. Jakob Oetama baru hari itu ketemu langsung dengan Ananda, meskipun sudah lama mengenal melalui tulisan-tulisan yang dimuat Kompas.
"Wah ini toh Ananda Sukarlan. Sering saya baca di Kompas, tapi baru ketemu orangnya sekarang," kata Jakob Oetama yang ditirukan Ananda.
Setelah itu, mereka tertawa semua. Dengan guyonan pula, Ananda menimpali ucapan Jakob Oetama.
"Terima kasih loh pak, Kompas udah sering mau dipasangin muka saya yang gak menjual ini,"
Tokoh pers Indonesia yang sudah menjadi inspirasi generasi lintas zaman itu meninggal dunia di usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading.
Ananda mengucapkan selamat jalan kepada tokoh yang dipanggilnya Pak Jakob Oetama.
Baca Juga: Jakob Oetama Wafat, KG Group: Dia Pengukir Sejarah Jurnalistik Indonesia
"Terima kasih atas jasa-jasa anda di dunia media di RI dan mendampingi kami semua. Rest in Love, Pak, bahagia selalu di sisiNya
Ananda mengapresiasi Jakob Oetama karena ikut mewarnai jurnalisme di Indonesia dan berkontribusi besar dalam upaya memajukan dunia media yang kritis, berkualitas dan ikut mencerdaskan bangsa. "Terima kasih pak Jakob Oetama," katanya.
Peneliti buat Human Rights Watch Andreas Harsono menyebut Jakob Oetama telah menjadikan harian Kompas sebagai surat kabar paling penting pada era Orde Baru.
"Rosihan Anwar menyebut Kompas terapkan "jurnalisme kepiting." Dengan itu, mereka berhasil muncul sebagai sebagai panggung informasi yang independen dan objektif di tengah ancaman represi Orde Baru hingga hari ini. Terima kasih, Pak Jakob Oetama," peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting Saidiman Ahmad menambahkan.
Berita Terkait
-
Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas
-
Ketika Berita Ramai Dibaca tapi Kehilangan Makna
-
AMSI Gandeng Deep Intelligence Research untuk Perkuat Jurnalisme Berbasis Data
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan