Suara.com - Sebuah video memperlihatkan detik-detik seorang pria menyelamatkan perempuan yang diduga tengah melakukan upaya percobaan bunuh diri bersama anaknya di sebuah jembatan.
Aksi menegangkan itu viral di sosial media, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @beritaindonesia_.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang perempuan tengah berdiri di tepi atas sebuah beton penyangga jembatan.
Perempuan itu juga tampak memeluk gendongan yang diduga adalah anaknya sambil melihat ke arah sungai yang cukup dalam.
Seorang pria yang tengah melintas jembatan melihat curiga ke perempuan itu. Ia lantas melompari pagar jembatan dan bergegas menyeret perempuan itu dari tepi beton penyangga.
Usai berhasil menyeret perempuan itu, seorang warga lain menghampiri mereka, berupaya membantu si pria menyelamatkan si perempuan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belim diketahui di mana aksi penyelamatan upaya bunuh diri itu terjadi. Namun, video viral itu menjadi bahan perbincangan publik lantaran aksi heroik yang dilakukan oleh pria berbaju cokelat.
"Semoga bapak yang menolong diberikan rezeki, amin amin amin," tulis seorang pengguna Instagram.
"Si abangnya superhero dunia nyata," imbuh warganet lain mengapresiasi.
Baca Juga: Miris, Suami Bunuh Diri Pasca Menikah, Wanita Ini Ikut Loncat dari Balkon
"Sepertinya ragu si ibu nunggu ditolong," komentar warganet Instagram yang menyoroti gerak-gerik perempuan dalam video tersebut.
4 Cara Menghadapi Orang yang Ingin Bunuh Diri
Ketika seseorang memberi tahu Anda bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri adalah saat yang kritis, menurut Sara Bartlett, manager program di Everymind, institut nasional di Australia yang didedikasikan untuk mengurangi kesehatan mental dan bunuh diri.
"Kita perlu menganggap momen itu dengan sangat serius. Ekspresi niat seperti itu adalah pernyataan serius yang perlu kita tindak lanjuti," kata Bartlett kepada ABC.net.
Berikut beberapa cara menanggapi saat seseorang mengungkapkan pemikiran bunuh diri mereka:
1. Tanggapi secara serius
Baik secara langsung atau tidak, Anda tetap harus bertindak, kata Bartlett.
"Jika seseorang berbicara atau menulis tentang bunuh diri atau kematian, bahkan bercanda, kita perlu menganggapnya serius," ujarnya.
2. Hal-hal yang perlu dikatakan dan mengidentifikasi risiko
Baik berbicara secara online, via telepon, atau secara langsung, penting untuk mendengarkan dan menanggapi tanpa menghakimi.
Ciptakan lingkungan yang aman dan sensitif bagi mereka untuk berbagi.
"Penting untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan mengungkapkan kekhawatiran Anda, dan memvalidasi perasaan mereka dengan mengatakan rasa empati Anda," tambah Bartlett.
3. Terus berkabar
Bartlett mengatakan, baik Anda bersama mereka secara langsung atau tidak, berbicara dapat membantu mengurangi kesulitan dan menjaga orang tersebut tetap aman.
"Jaga agar percakapan tetap berjalan dan validasikan bahwa Anda telah mendengarnya," jelas Bartlett.
4. Dorong untuk mencari bantuan
Bartlett mengatakan mengeksplorasi banyak opsi dengan mereka dan mencari tahu apa yang mungkin ingin mereka lakukan itu penting.
"Anda dapat membantu memfasilitasi titik koneksi itu," tambahnya.
Jika risikonya tidak langsung, Darwin mengatakan untuk "bersama-sama dengan mereka" dalam mencari bantuan, bukan "mencarikan mereka" bantuan.
Berita Terkait
-
Miris, Suami Bunuh Diri Pasca Menikah, Wanita Ini Ikut Loncat dari Balkon
-
Studi China: Sekolah di Rumah Justru Tingkatkan Depresi & Bunuh Diri Anak!
-
Curhat Pilu Para Ibu yang Anaknya Meninggal Bunuh Diri
-
Pasien Corona Bunuh Diri di RSD Wisma Atlet Baru Jalani Isolasi Sehari
-
Pasien Corona yang Bunuh Diri di RSD Wisma Atlet Diduga Sulit Adaptasi
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi