Suara.com - Arief Budiman merupakan seorang Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Arief Budiman lahir di Surabaya pada tanggal 2 Maret 1974. Ia menikah dengan Imawati dan dikaruniai 2 orang anak yang bernama Dyni Azka dan Putri Nayla Azzahra. Berikut profil Arief Budiman.
- Pendidikan Arief Budiman
Arief Budiman pernah mengenyam pendidikan di SDN Perak Utara II, SMPN 2 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya. Arief juga melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas 17 Agustus 1945 di jusursan Sastra Inggris dan kemudian melanjutkan kuliahnya di Universitas Airlangga di jurusan Hubungan Internasional dan menempuh program doktoral di Fakultas Ekonomi UGM. Selama aktif menjadi mahasiswa, Arief memiliki banyak organisasi dan jabatan yang ia pernah lakukan antara lain menjadi Ketua Bidang I Senat Fakultas Sastra Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1995), pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Sastra Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1996), Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga Surabaya (1997), Chairman Of English Conversation Club Faculty Of Letters University Of 17 Agustus 1945 Surabaya (1996), Delegasi Universitas Airlangga pada pertemuan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia di Surabaya (1997), dan Delegasi Kunjungan Ilmiah dan Budaya Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga Ke University Malaya (Malaysia) (1997). - Karier Arief Budiman
Arief Budiman merupakan seorang anggota KPU RI 2012 hingga 2017 pernah menjabat anggota KPU RI di provinsi Jawa Timur pada periode 2003 hingga 2008 dan 2008 hingga 2013. Sebelum ia menjadi anggota KPU, ia sudah aktif dalam aktivitas kepemiluan, ia pernah menjadi coordinator University Network For Free and Fair Election (UNFREL) pada wilayah Jawa Timur saat pemilihan umum 1999. Arief juga aktif di ANFREL (Asian Network For Free Elections) pada tahun 2004. Arief Budiman pernah bekerja sebagai Peneliti Jawa Post Institute of Pro Otonomi pada tahun 2002 hingga 2006, seorang pengusaha dan Anggota KPU Provinsi Jawa Timur, Komisioner KPU RI, dan Ketua KPU RI hingga sekarang.
Demikian profil Arief Budiman Ketua KPU RI.
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif Corona
Ketua KPU RI Arief Budiman dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).
Arief pun mengumumkan dirinya positif terjangkit kepada awak kedia lewat pesan elektronik, WhatsApp, Kamis (18/9/2020).
Setelah dinyatakan positif, Arief mengaku kini sedang menjalani karantina mandiri.
"Kepada teman-teman media bahwa saat ini saya sedang menjalani karantina mandiri di rumah," kata Arief.
Berikut kutipan lengkap Arief yang mengumumkan dirinya positif terjangkit Covid-19.
Assalamu'alaikum wr wb
Baca Juga: Positif Covid 19, Ketua KPU Arief Budiman Batal ke Istana Bogor
Secara kronologis perlu diinformasikan terkait beberapa hal:
- Tanggal 16 September saya melakukan rapid test dengan hasil non reaktif
- Tanggal 17 September, malam hari, melakukan tes swab untuk digunakan sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor tanggal 18 September, dengan hasil positif. Kehadiran dalam rapat selanjutnya diwakili oleh anggota KPU
- Tanggal 18 dini hari sudah mulai melakukan karantina mandiri karena tidak terdapat gejala, batuk, panas, pilek ataupun sesak nafas
- Tanggal 18 September pagi hari dilakukan tes swab kepada seluruh orang yang ada di rumah dinas KPU, termasuk saya melakukan tes ulang
- KPU menerapkan kebijakan WFH mulai tanggal 18 sampai dengan tanggal 22
- Melakukan seterilisasi untuk seluruh area rumah dinas dan kantor, dimulai tanggal 19 besok
- Saya tetap menjalankan tugas dengan cara WFH, daring
Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, mohon doa dari semua pihak agar bisa diberikan kesehatan bagi kita semua. Semoga kesehatan dan keselamatan selalu tercurahkan untuk bangsa Indonesia.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara
-
Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG
-
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobilnya Usai Demo Gejayan Memanggil
-
Profil Ferry Latuhihin: Ekonom Senior Prediksi Dolar Tembus Rp25.000 Sebentar Lagi
-
Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, Jubir Presiden yang Curi Perhatian Publik
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya