Suara.com - Polres Kepulauan Seribu telah menghentikan penyelidikan terkait kasus temuan lima mayat anak buah kapal atau ABK yang disimpan dalam freezer kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV. Pasalnya polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan kelima ABK itu dinyatakan meninggal murni karena efek minuman keras.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu AKP Fahmi Amarullah mengatakan, saat itu para ABK yang berada di kapal tersebut meminum minuman keras oplosan yang berefek sakit perut hingga sesak nafas.
"Mereka saat itu minum bareng sampai pagi. Kemudian kelimanya merasakan sakit perut, badannya panas, mengigil sesak nafas," kata Fahmi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).
Menurut Fahmi, para ABK meracik minuman berenergi yang kemudian di campur dengan alkohol murni. Ia pun memastikan, kelima ABK tersebut bukan mengkonsumsi minuman keras oplosan yang dijual di pasar gelap, namun racikan sendiri dari alkohol murni.
"Itu bukan miras oplosan, si korban meracik itu. Jadi minuman energi dicampur alkohol murni," ungkapnya.
Fahmi menambahkan, bukan hanya lima orang yang tewas itu saja yang meminum minuman racikan tersebut. Rekan ABKnya yang lain juga ikut minum, namun tak sampai meninggal.
"Sebenarnya yang lain ikut minum juga, cuma karena daya imun tubuh beda beda, terus sama mungkin nakar minum beda. Mungkin ABK yang meninggal minumnya banyak bangat," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Edmond mengatakan tidak melanjutkan penyelidikan kasus tersebut. Sebab, polisi tidak menemukan unsur pidana.
"Ya, kasusnya berhenti karena tidak ditemukan unsur pidana," kata dia.
Baca Juga: Terungkap Alasan 5 Mayat ABK Starindo Jaya Maju Disimpan di Freezer
Awal Penemuan
Sebanyak lima mayat anak buah kapal ditemukan di dalam lemari pendingin atau freezer kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Kamis (17/9/2020).
Penemuan mayat tersebut bermula saat kepolisian tengah menggelar patroli operasi yustisi terkait penggunaan masker pada kapal-kapal nelayan.
Ketika itu, patroli operasi yustisi difokuskan pada kapal-kapal nelayan yang membawa ABK dalam jumlah banyak untuk disosialisasikan terkait penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.
Kemudian, usai memberikan sosialisasi terkait protokoler kesehatan, pihaknya pun melakukan pengecekan terhadap manifes atau daftar penumpang kapal. Pasalnya, pada saat melakukan patroli operasi yustisi petugas menemukan banyak ABK pada kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV.
Adapun, berdasar keterangan nakhoda dan ABK, kapal tersebut rencananya hendak berlabuh setelah dua bulan berlayar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin