Suara.com - Sudah lima kali Presiden Joko Widodo tidak menghadiri agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, dan selalu diwakilkan (mantan) Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tetapi dalam sidang umum ke 75, Jokowi dijadwalkan hadir secara virtual dan memberikan pidato pada Rabu (23/9/2020), jam 07.30 WIB.
Rencana kehadiran Jokowi ikut berpartisipasi dalam Sidang Umum PBB yang akan diselenggarakan pada 22-29 September 2020 dihargai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid.
"Ini merupakan kehadiran Presiden RI ke Sidang Umum PBB yang pertama kali dan sekalipun ini secara virtual, saya apresiasi beliau akhirnya akan hadir," kata Hidayat kepada Suara.com.
Menurut Hidayat memang sudah seharusnya Indonesia hadir di sana. Indonesia merupakan negara terbesar yang sukses melaksanakan demokrasi. Indonesia juga negara muslim terbanyak di dunia. Kemudian negeri ini juga menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Dalam pidato di Sidang Umum PBB nanti, Hidayat berharap Jokowi dapat menyampaikan beberapa isu.
Dalam konteks domestik, Jokowi diharapkan menegaskan kembali sikap Indonesia terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jokowi diharapkan meminta negara-negara anggota PBB tidak tergiur dengan propaganda OPM menyangkut isu Papua merdeka.
Hidayat mengingatkan belakangan ini gerakan OPM semakin berani, membunuh tentara dan menembak mati warga sipil. Beberapa waktu yang lalu, tenaga medis dan tentara yang sedang membawa alat kesehatan menjadi sasaran.
"Itu penting untuk disampaikan. Tolak sparatisme, terorisme, tolak OPM. Menegaskan agar negara-negara anggota PBB mengakui kedaulatan NKRI, Papua bagian tak terpisahkan dari Indonesia," kata Hidayat.
Selain menembak, kata dia, OPM juga melakukan aksi pengibaran bendera. "Itu terus berlanjut. Mereka nantang perang TNI. Ini kita tahu, ini provokasi," kata Hidayat.
Baca Juga: Persatuan Gereja Desak Jokowi Usut Tuntas Penembakan Pendeta Yeremia
Hidayat menegaskan perkembangan tersebut tidak bisa dibiarkan terus, harus segera diselesaikan.
Hidayat menekankan pentingnya Indonesia terus-menerus meningkatkan usaha semaksimal mungkin agar kampanye Papua merdeka ditolak secara internasional.
Tetapi di satu sisi, keadilan bagi rakyat Papua diperhatikan. Hidayat yakin kalau kesejahteraan, ekonomi, dan pendidikan yang adil didapatkan, tuntutan Papua merdeka akan meredup.
Kemudian dalam konteks pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, Jokowi diharapkan menekankan pentingnya kerjasama antar negara dalam mempercepat tersedianya vaksin Covid-19.
"Penting juga untuk disampaikan juga agar ada aturan yang melarang negara maju, negara kaya memonopoli pembelian vaksin. Sudah ada indikasi negara maju main borong, itu bahaya bagi negara berkembang dan miskin yang barangkali jumlah korban jauh lebih banyak dari negara kaya," kata Hidayat.
Jokowi diharapkan dapat meyakinkan PBB mendorong negara-negara di dunia menyepakati kerjasama dan pembagian vaksin secara adil.
Dalam forum internasional itu, Jokowi diharapkan menegaskan dukungan Indonesia pada kedaulatan Palestina. Jokowi diharapkan menyerukan ke komunitas internasional untuk mendukung penyelesaian masalah Palestina.
Tag
Berita Terkait
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB