Suara.com - Tiga saudara di Malaysia ditemukan tinggal di sebuah ruko yang kotor dan penuh sampah. Para gadis ini hidup bersama belasan hewan peliharaan.
Menyadur The Star, Selasa (22/9/2020), gadis-gadis berusia belasan tahun ini tinggal di lantai atas sebuah ruko yang berada di Lorong Seri Demi Perdana.
Setelah ditemukan oleh otoritas setempat, para gadis malang itu kini dievakuasi ke panti asuhan sampai wali mereka dapat menyediakan hunian yang lebih baik.
Tempat tinggal mereka penuh sampah. Diperparah dengan keberadaan 13 ekor anjing, musang, kura-kura, dan seekor burung yang dipelihara oleh anak-anak ini.
Disebutkan, kotoran hewan menumpuk di lantai, menyebabkan ruangan itu dipenuhi bau busuk.
Ketua asosiasi orang tua-guru SJK Taman Tas, Yeoh Kok Bin, mengatakan keberadaan orang tua gadis-gadis berusia 12, 10, dan sembilan tahun ini tak diketahui.
Selama ini, ketiganya tinggal bersama dengan sang paman, yang hanya pulang ketika malam hari.
Bin menyebut ibu mereka tidak pulang selama tiga tahun, sementara ayahnya bekerja di Kuala Rompin, Pahang.
"Ayah mereka jarang pulang dan suit dihubungi. Pamannya pergi sepanjang hari dan hnaya kembali pada malam hari.
Baca Juga: Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai
"Mereka makan mie instan di sore hari dan di malam hari, kakak tertua memasak, atau mereka makan apa yang dibawa pulang paman mereka," imbuhnya.
Yeoh menambahkan, tiga gadis ini terdaftar dalam sebuah sekolah namun jarang mengikuti pembelajaran. Akibatnya, mereka tertinggal.
Pihak sekolah sempat menyambangi mereka untuk memberikan barang-barang seperti akasur hingga bantal bulan lalu, tapi semuanya rusak digigit anjing.
Sekolah juga berupaya menghubungi sang paman untuk mengadakan pertemuan. Tapi pria itu selalu menghindar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi