Suara.com - Sebuah masjid di Aceh Tengah memasang pagar besi di depan mimbar demi mencegah terjadinya penyerangan ulama. Video pria yang menjelaskan fungsi pagar tersebut viral di media sosial.
Seperti dalam video yang diunggah di akun Instagram @aceh.viral pada Senin (21/9/2020).
Tampak seorang pria yang berdiri di mimbar sambil menjelaskan fungsi pagar besi di depanya.
"Ini cara masyarakat Aceh menjaga ulama saat berkhutbah, termasuk imam. Caranya seperti ini," ujar pria itu sambil orang yang merekam video menutup pagar besi.
Pria itu menambahkan, "Menghindari dari tusukan orang gila."
Pagar besi itu berukuran cukup besar sehingga dapat menutupi seluruh ruangan mimbar dan tempat imam salat.
Meskipun ditutupi dengan pagar, jamaah masih dapat melihat penceramah atau imam. Pagar besi di depan mimbar ini juga mudah dibuka dan ditutup karena memiliki roda.
"Jadi setelah imam naik mimbar, (pagar) ditutup. Menghindari ada orang gila bunuh ulama," tandas pria dalam video tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, masjid yang memiliki pagar besi di depan mimbarnya ini terletak di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Tepatnya di Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale.
Baca Juga: Bercelana Pendek, Perempuan Kurus Rusak Masjid Terekam CCTV
Akun instagram @aceh.viral menjelaskan, "Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, dipasang jeruji besi agar Penceramah atau Imam terjaga keselamatan dari serangan Orang Gila atau Orang Pura-Pura Gila".
Pemasangan pagar besi di depan mimbar masjid ini bertujuan untuk melindungi ulama. Walau begitu tetap ada warganet yang merasa heran dengan hal tersebut.
"Penceramah rasa tahanan," komentar @sib******.
"Jangan lebay, kalau mau menjaga khatib sama imam saya rasa tidak cocok begitu," tulis @irha******.
Tapi warganet yang lain setuju dengan cara memasang pagar besi di depan mimbar agar ulama terlindungi.
"Luar biasa, lebih baik mencegah," ujar @ermanbancin_07.
Video viral masjid pasang pagar di depan mimbar dapat disaksikan di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak