"Kita harus mengikuti panduan sains, memberikan peran penuh untuk peran utama Organisasi Kesehatan Dunia dan meluncurkan tanggapan internasional bersama untuk mengalahkan pandemi ini. Segala upaya untuk mempolitisasi masalah, atau stigmatisasi, harus ditolak," ujar Xi Jinping.
Jumlah kematian akibat penyebaran virus corona di Amerika Serikat melampaui 200.000 pada hari Senin, sejauh ini merupakan jumlah resmi tertinggi di negara mana pun.
Trump juga menyerang catatan China tentang lingkungan, tetapi tidak melontarkan kritik langsung ke Beijing atas hak asasi manusia.
Trump, yang sering mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan bahwa jika ingin efektif, ia harus fokus pada "masalah nyata dunia" seperti "terorisme, penindasan terhadap perempuan, kerja paksa, perdagangan narkoba, manusia dan seks. perdagangan manusia, penganiayaan agama, dan pembersihan etnis minoritas agama. "
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia "bergerak ke arah yang sangat berbahaya" dengan ketegangan AS-China.
"Kita harus melakukan segalanya untuk menghindari Perang Dingin baru," katanya kepada majelis.
"Dunia kita tidak mampu memiliki masa depan di mana dua ekonomi terbesar membagi dunia dalam keretakan besar, masing-masing dengan aturan perdagangan dan keuangannya sendiri serta kapasitas internet dan kecerdasan buatan," ujar Guterres.
"Kesenjangan teknologi dan ekonomi berisiko berubah menjadi perpecahan geo-strategis dan militer. Kita harus menghindari ini dengan segala cara." (Antara)
Baca Juga: Kritisi Pidato Jokowi di PBB, Andi: Kalau Kita Sedang Susah, Jelaskan Saja
Berita Terkait
-
Kritisi Pidato Jokowi di PBB, Andi: Kalau Kita Sedang Susah, Jelaskan Saja
-
Presiden Jokowi Berpidato Dalam Sidang Umum PBB
-
Ini yang Ditakutkan Rocky Gerung soal Pidato Perdana Jokowi di Sidang PBB
-
Pidato Jokowi di PBB Dipuji Fantastis: RI Kian Diperhitungkan di Mata Dunia
-
Orasi Rasis di Gedung Sate Tuai Kecaman, Pelaku: Saya Emosi Tak Terkendali
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret