Suara.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 masih menuai pro dan kontra. Kali ini, giliran Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera yang ikut buka suara menyarankan agar pelaksanaan Pilkada ditunda saja.
Pasalnya, menurut Mardani kini kian banyak desakan dari masyarakat sipil terkait penundaan Pilkada. Hal ini tentu saja harus didengar oleh Pemerintah selaku pihak yang berwenang mengambil keputusan.
"Desakan masyarakat sipil terkait penundaan Pilkada serentak 2020 harus amat didengar," tulisnya lewat akun Twitter @MardaniAliSera, Selasa (22/9/2020).
Menurut Mardani, keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 adalah hal yang menjadi prioritas. Politisi PKS ini mengatakan Pilkada 2020 baiknya memang diundur apabila kondisi kasus infeksi covid-19 kian bertambah.
"Keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 adalah hal yang harus menjadi prioritas. Baiknya Pilkada 2020 ditunda jika kondisi kasus infeksi Covid-19 masih terus bertambah," lanjutnya.
Dalam cuitan lainnya, Mardani juga menuturkan bahwa Pilkada lebih baik ditunda apabila Pemerintah tidak mengeluarkan aturan tegas dan menegakan disiplin yang ketat.
Lebih lanjut lagi, Mardani juga menyoroti kasus pendaftaran peserta Pilkada 4-6 September silam yang dinilai amburadul.
"Semakin tingginya positive rate covid-19 di Indonesia dan dari pendaftaran peserta 4-6 September yang amburadul. Sudah selayaknya ada alternatif kebijakan yang lebih baik untuk keselamatan masyarakat," jelasnya.
Tidak hanya itu saja, Ketua DPP PKS ini juga mengatakan bahwa perangkat aturan pemerintah saja tidak cukup untuk memaksa pasangan calon dan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pecegahan Covid-19.
Baca Juga: Terima Masukan, Tapi Jokowi Ingin Pilkada Berjalan di Masa Pandemi
Kecuali apabila Pemerintah mampu bertindak tegas dan lugas dengan membuat membuat aturan dengan paradigma Covid-19.
Lebih dalam lagi, Mardani pun mengatakan bahwa pemerintah jangan sampai mengorbankan banyak nyawa untuk kepentingan elitis di Pilkada serentak 2020.
"Jangan sampai mengorbankan ribuan nyawa rakyat bahkan jutaan untuk kepenting elitis semata," tegas Mardani.
"Tunda atau Pak @jokowi mengorkestasi lebih baik lagi penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu), Kemendagri, Pemda, dan semua unsur yang terlibat seperti Satpol PP dan Ormas lainnya," sambungnya.
Orkestrasi yang dimaksud oleh Mardani yakni ketegasan dalam peraturan kepada peserta agar tidak mengumpulkan orang dalam jumlah banyak dan juga adanya hukuman bagi pelanggar. Di dalamnya termasuk tidak memperbolehkan konser musik dalam kampanye politik.
"Tidak tidak ada perubahan peraturan dan ketegasan dalam penegakan disiplin, Pilkada 2020 dapat jadi klaster baru Covid-19. Tanpa ada aturan tegas dan penegakan disiplin yang ketat, Pilkada sebaiknya ditunda," ucap Mardani lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek