Suara.com - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, meminta pemerintah tak mendikte dengan meminta FPI, GNPF dan PA 212 untuk bergabung membantu mengawasi pelanggaran protokol kesehatan, ketimbang menyerukan untuk memboikot pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.
Novel menyebut, sejak awal pihaknya sudah lebih dulu bergerak melakukan penanganan penyebaran virus corona di tengah masyarakat. Misalnya seperti pembagian masker hingga paket sembako di masa pandemi.
"Jadi pemerintah jangan mendikte kami lah dan jelas sudah basi ocehan rezim buat kami dan sudah terlambat kalau kami disuruh menjadi satgas," kata Novel saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2020).
Menurutnya, pihaknya tetap pada pendirian menyerukan Pilkada 2020 agar ditunda. Masyarakat diminta tak dikorbankan hanya demi kepentingan politik.
"Kami juga meminta kepada masyarakat umumnya dan kepada segenap anggota dan simpatisan PA 212 khususnya untuk tidak terlibat dalam proses pilkada maut karena demi menjaga kesehatan dan keselamatan nyawa rakyat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Novel menyebut, jika Pilkada tetap dipaksakan untuk dilaksanakan maka pemerintah dianggap telah melanggar ketentuan Undang-Undang Dasar 1945.
"Telah melanggar UUD 45 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Juga pasal 4 huruf a uu no 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana menyebutkan penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bencana," tuturnya.
Diminta bergabung
Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menanggapi ancaman dari sejumlah ormas seperti FPI, GNPF Ulama dan PA 212 yang menyerukan untuk memboikot pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.
Baca Juga: Nakes Diserang saat Makamkan Jenazah Covid-19 di Tegal, Ini Kata Polisi
Dia menganggap, seruan penolakan terhadap Pilkada yang digelar di masa pandemi Corona (Covid-19) terlalu berlebihan. Daripada menolak pesta demokrasi lima tahunan ini, Donny menyarankan agar para ormas ini membentuk Satgas untuk mengawasi pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan peserta Pilkada.
"Jadi saya kira tidak perlu boikot. Kalau ingin berkontribusi terhadap agenda bangsa ini yang penting, maka lebih baik membentuk Satgas untuk membantu pemerintah untuk mengawasi pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah tim suksesnya dan sebagainya," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Rabu (23/9/2020).
Donny mengingatkan FPI, GNPF Ulama dan PA 212 untuk membantu pemerintah dalam pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan saat Pilkada serentak dibanding mengeluarkan maklumat.
Maklumat tunda Pilkada
Sebelumnya, kelompok ormas Islam yang terdiri FPI, GNPF Ulama dan PA 212 mengeluarkan maklumat untuk memboikot pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Pernyataan itu respons atas keputusan pemerintah yang menolak penundaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Maklumat itu turut ditandatangani oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak dan Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis.
Berita Terkait
-
Nakes Diserang saat Makamkan Jenazah Covid-19 di Tegal, Ini Kata Polisi
-
Jokowi: Pandemi Covid-19 Sebabkan Ruralisasi bukan Urbanisasi
-
Corona Makin Menggila, Wali Kota Bogor 'Sebar' Pasien COVID-19 ke Hotel
-
Wali Kota Bima Arya Umumkan Kota Bogor Belum Aman dari Penularan COVID-19!
-
Ilmuwan Inggris Mengategorikan 8 Tipe Ruam yang Menjadi Gejala Covid-19
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen