Suara.com - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari pencopotan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dari kursi Panglima TNI. Menurutnya, pencopotan tersebut karena Gatot berpeluang mengganggu konstelasi Pemilu 2019.
Hal itu disampaikan oleh Refly dalam kanal YouTube miliknya bertajuk 'Kontroversi Gatot Nurmantyo, Dipecat Gara-gara Film G30S/PKI!!'.
"Gatot adalah salah satu sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu calon presiden potensial pada waktu itu. Karena itu pensiunnya dipercepat, agar dia tidak jadi orang yang powerfull," ujar Refly seperti dikutip Suara.com, Kamis (24/9/2020).
Diketahui dalam Pilpres 2019 lalu terdapat dua bakal calon presiden dari kalangan militer yakni Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo.
Namun, nama Prabowo Subianto lebih populer lantaran saat itu mendapat dukungan dari masa 212.
Kontroversi penyebab Gatot pensiun dari kursi Panglima TNI belakangan menyeruak ke publik.
Gatot mengumumkan alasan dirinya dicopot lantaran ia menginstruksikan pemutaran film G30SPKI di tubuh militer.
Setidaknya pernyataan itu disampaikan Gatot Nurmantyo saat menjadi salah satu narasumber di diskusi di saluran Youtube Hersubeno Arief.
Menurut Refly, ada kabar menyebutkan Gatot dicopot dari jabatan Panglima TNI bukan hanya karena instruksi pemutaran film G30SPKI di tubuh militer saja. Melainkan ada sebab lainnya.
Baca Juga: 4 Fakta Film G30S/PKI, Termasuk Film Pengganti yang Belum Banyak Diketahui
“Isu mengenai PKI memang selalu dibawakan Gatot Nurmantyo dalam berbagai kesempatan. Memang berat bagi kita untuk menangkap secara persis, apakah masih ada PKI ini. Tapi menarik, apa korelasi pemutaran G30SPKI, dengan dengan pencopotan Gatot?” kata Refly Harun
Jadi bisa ada korelasinya atau tidak soal pemutaran film G30SPKI, tetapi yang jelas, kata Refly, ketika menjadi Panglima TNI, sosok Jenderal Gatot jadi salah satu orang yang dikhawatirkan menjadi calon pemimpin yang diperhitungkan.
“Ada informasi seorang teman yang tak perlu saya sebut namanya. Dia mengatakan kenapa Pemerintah (tahun 2016) begitu khawatirnya dengan Jenderal Gatot? Ada tiga hal, karena dia punya tiga legacy dalam dirinya,” ungkap Refly.
Tiga legacy yang dimaksud yakni, pertama dia adalah jenderal Angkatan Darat. Kedua, dia berasal dari etnis mayoritas Jawa.
Legacy ketiga yang tak kalah penting adalah dia berasal dari keluarga santri.
Tiga kekuatan dalam satu dirinya ini lah yang kemudian dianggap sebagai sumber dan bisa membahayakan atau bisa jadi rival kuat Presiden Jokowi di 2019.
"Makanya cepat-cepat dicopot. Supaya dia tidak tumbuh sebagai sesuatu yang powerfull," tukas Refly.
Simak video selengkapnya di sini
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius