Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kembali buka suara soal permintaan aturan standarisasi harga tes swab mandiri.
Kali ini, ia menyinggung pemerintah yang mengabaikan masukannya dua minggu silam. Padahal, inisiatif yang ia sarankan dianggapnya dapat membuat semakin banyak orang mau melakukan tes swab secara mandiri.
"Sudah 2 minggu permintaan aturan standarnisasi harga Swab Mandiri ternyata gak didengar," kata Jansen lewat akun Twitternya, Minggu (27/9/2020).
"Padahal ini bisa buat orang inisiatif periksa dirinya agar tdk jadi pembawa virus dan bantu jumlah test Indonesia yg pencurut didunia," sambungnya.
Lebih lanjut lagi, Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa ia tidak meminta tes swab digratiskan. Sebab, hal tersebut dirasa tak mungkin lantaran akan menambah beban negara.
"Yang kita minta bukan gratis karena kita juga realistis, berat sekali beban negara jika semua gratis, walau yang ideal itu," ujarnya.
Jansen dalam cuitannya hanya meminta agar biaya tes swab dibuat lebih terjangkau dan sama di setiap di rumah sakit. Sementara untuk tes swab gratis diberikan kepada orang-orang yang telah melakukan kontak dengan yang positif.
Politisi Partai Demokrat ini juga menegaskan agar tes swab mandiri jangan sampai menjadi ajang bisnis baru. Sebab covid-19 telah berstatus bencana nasional dan merupakan penyakit menular yang penyebarannya sebisa mungkin harus dihentikan.
Lagipula bukan merupakan hal yang elok mencari untung di tengah bencana. Termasuk pemerintah yang abai dan melakukan pembiaran akan hal tersebut.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Magelang Naik, 33 Orang Dinyatakan Positif
"Jangan sampai Swab Mandiri ini jadi ajang bisnis baru. Ini penyakit menular dan statusnya bencana nasional pak. Orang yang mencari untung ditengah bencana itu tak patut! Termasuk pemerintah yg mendiamkan dan lakukan pembiaran. Padahal test ini jalan memutus covid dan proteksi dini," tegasnya lanjut.
Terakhir, Jansen mengatakan bahwa Partai Demokrat setuju dengan Perpu Corona yang mengalokasikan dana untuk penanganan covid-19. Namun, cuitannya tersebut hanya meminta agar tes swab mandiri distandarnisasi.
Pasalnya, apabila tes swab mandiri tidak gratis, beban negara pasti ikut bertambah. Namun, apa salahnya jika pemerintah menetapkan standar harga. Aturan baku tersebut untuk menghindari komersialisasi.
Menurut Jansen, bila pemerintah tak mengeluarkan aturan standarisasi harga tes swab mandiri, maka pemerintah sepakat akan komersialisasi ini.
"Jika aturan ini tak keluar artinya pemerintah setuju komersialisasi ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, Politisi Partai Demokrat ini lewat akun Twitternya @jansen_jsp pada Rabu (16/9/2020) pernah menyinggung soal tes yang seharusnya mudah diakses.
Menurutnya, apapun jenis penyakitnya, semua kunci ada pada tes. Ia menyarankan agar tes menjadi mudah diakses, gratis atau murah, dan hasilnya segera keluar.
Pasalnya, apabila hal tersebut tak dilakukan, Jansen meragu pandemi covid-19 di Indonesia ini akan segera berakhir.
"Mau penyakit apapun itu, jika orang tak bergejala-nya" bisa nylarkan virus maka tiada lain kuncinya adalah TEST! Apalagi jika jenis ini jumlahnya dominan. Buatlah tes yang mudah diakses, gratis atau murah hasilnya cepat keluar. Tanpa itu sulit rasanya covid ini bisa dikendalikan," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?