Suara.com - Seorang pria di India nekat merampok bank lantaran terhimpit krisis akibat lockdown. Ia berniat menggunakan hasil curiannya untuk membayar utang.
Menyadur Gulf News, Kamis (8/10/2020), Sounyaranjan Jena melancarkan aksinya berbekal teori yang ia pelajari dari video Youtube.
"Dia mendapatkan ide setelah menonton video Youtube," ujar kepolisian setempat.
Pria berusia 25 tahun ini berhasil merampok Bank Indian Overseas Bank dan Bank of India, menjarah uang sebesar Rs 12 lakh atau sekitar Rp 241 juta.
Jena yang memiliki toko baju di desanya, bangkrut usai dihantam penguncian nasional India. Membuatnya tak bisa membayar pinjaman bank senilai Rs 19 lakh atau sekitar Rp 381 juta.
Berbekal teori yang ia pelajari dari internet, pria asal negara bagian Odisha ini menyambangi bank dengan menggunakan pistol mainan.
Ia merampok Indian Overseas Bank pada 7 September dan Bank of India cabang Barimunda pada 28 September.
"Terdakwa menggunakan pistol mainan untuk menjarah bank," beber polisi.
Setelah berhasil membawa pulang uang, Jena segera melunasi sebagian pinjamannya. Adapun ia mengambil pinjaman di dua bank yang ia rampok.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Ahli Prediksi Ada 130 Juta Kasus Infeksi di India
Kendati demikian, polisi yang melakukan penyelidikan, berhasil mengungkap pelaku dan menangkap Jena pada Senin (5/10) lalu.
Dari tangan Jena, polisi berhasil menemukan lebih dari Rs 10 lakh atau sekitar Rp 200 juta, senjata mainan dan sebuah kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar