Suara.com - Sejumlah pelajar yang ingin mengikuti demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, diciduk aparat kepolisian. Salah satu pelajar yang diamankan bahkan sampai mengalami luka.
Berdasarkan pantauan Suara.com, semula para pelajar itu datang melalui Jalan Gatot Subroto mengarah Jalan Gerbang Pemuda dengan mengikuti iring-iringan massa buruh yang datang.
Namun aparat kepolisian yang melihat konvoi itu secara serentak memberhentikan rombongan massa buruh yang datang. Aparat kemudian melakukan sweeping dan menciduk para pelajar yang bukan bagian rombongan buruh.
Sebagian pelajar yang panik coba menyelamatkan diri. Namun aparat kepolisian berpakaian preman mengejar para pelajar tersebut.
Aparat mencoba menarik pakaian para pelajar yang menyelamatkan diri. Terlihat 5 sampai 7 orang pelajar diciduk polisi.
Terlihat salah satu dari mereka dikejar dan diciduk hingga bibirnya mengalami luka dan mengucurkan darah.
Namun saat diabadikan momen tersebut oleh awak media, salah satu polisi yang mengamankan pelajar yang terluka itu meminta awak media untuk tidak berlebihan merekam.
"Sudah sudah, cukup," katanya.
Adapun terlihat ada puluhan pelajar yang diamankan. Mereka dikumpulkan diminta jongkok dan bertelanjang dada di sekitar Fly Over Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto.
Baca Juga: Temui Buruh, Ridwan Kamil akan Surati Presiden Minta UU Ciptaker Dibatalkan
Sementara rombongan buruh dari PT Frisian Plag tetap melanjutkan perjalanannya. Mereka menyampaikan aspirasinya berkumpul di sekitar Fly Over Jalan Gerbang Pemuda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM